PVMBG Rilis Pemuktahiran Data Letusan dan Hembusan Gunung Marapi

Warga berswafoto berlatar belakang gunung Marapi yang sedang Erupsi
Sumber :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

PadangGunung Marapi, Sumatera Barat kembali meletus pada Rabu 14 Mei 2025 pukul 09.42 WIB.

img_title Gunung Marapi Tetap di Level II, Kegempaan Vulkanik dan Tektonik Masih Terekam

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pengamat Gunungapi Marapi mencatat, ketinggian kolom abu mencapai 1.600 meter di atas puncak.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi menyebut berdasarkan hasil pengamatan dan analisis, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. 

img_title Gubernur Mahyeldi Lepas Kafilah MTQ Nasional Sumbar ke Semarang, Minta Jaga Kekompakan dan Akhlak

Dia bilang, hingga pekan kedua Mei 2025, Gunung Marapi sudah mengalami letusan sebanyak 8 kali dan 457 kali hembusan. Meski demikian, status gunung Marapi masih berada pada level II alias waspada.

Kata Ahmad Rifandi, berdasarkan pemuktahiran data terbaru aktivitas vulkanik Marapi, letusan terbanyak yakni 2 kali letusan terjadi pada 4 Mei 2025. Sementara untuk hembusan terbanyak, terjadi pada 7 Mei 2025 dengan jumlah 109 kali hembusan.

img_title Pertamina Patra Niaga Sanksi 31 SPBU Nakal Penyalur BBM Subsidi di Sumbar

Terkait dengan kejadian letusan atau erupsi pagi ini, menurut Ahmad Rifandi, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.4 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 2 detik

Meski berada pada level II (Waspada), menurut Ahmad pihaknya tetap mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar gunung dan pendaki atau wisatawan tidak memasuki zona radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek.

Selain itu kata Ahmad, masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diimbau untuk mewaspadai potensi lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat juga disarankan menggunakan masker untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA),"tutup Ahmad Rifandi.