Malaysia dan Sumbar Jajaki Kolaborasi Wisata Religi Maninjau

Buya Hamkah
Sumber :
  • UMSB

Padang – Hubungan erat antara Sumatera Barat (Sumbar) dan Malaysia kembali diperkuat melalui pertemuan penting di Istana Gubernuran pada Senin kemarin.

img_title Museum Kelahiran Buya Hamka di Maninjau, Wisata Sejarah yang Ditemani Pesona Danau

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menerima audiensi khusus dari Dato’ Haji Ahmad Azam Ab Rahman, Presiden WADAH Padang Malaysia sekaligus Penasihat Menteri Luar Negeri Malaysia,

Pertemuan yang dihadiri rombongan sebanyak 25 orang ini membahas tiga isu krusial: penghargaan internasional terhadap Buya Hamka Internasional, kerja sama sosial budaya lintas negara, dan pengembangan wisata religi di kawasan Maninjau.

img_title Surau Lubuak Bauak, Jejak Masa Muda Hamka dan Kisah di Balik Hayati

Dato’ Ahmad Azam menegaskan bahwa Ulama Besar Malaysia sangat menghormati sosok Buya Hamka.

Karya-karya dan pemikiran cendekiawan asal Minangkabau ini telah menjadi rujukan utama di berbagai universitas terkemuka di Negeri Jiran, seperti UIAM, UNIKL, dan UniSHAMS.

img_title Buka MTQ Ke-42 Sijunjung, Mahyeldi Ingatkan Nilai Al-Qur'an Harus Jadi Perilaku Sehari-hari

Malaysia menaruh penghargaan tinggi terhadap kontribusi Buya Hamka bagi peradaban Melayu dan dunia Islam.

Oleh karena itu, WADAH bertekad memperkuat Pengembangan Warisan Hamka dengan Pemerintah Provinsi Sumbar demi melestarikan nilai-nilai perjuangan tokoh besar tersebut.

Selain Buya Hamka, Dato’ Ahmad Azam juga menyoroti potensi besar Wisata Religi Maninjau, lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan Malaysia.

Daya tarik wisata yang terkait dengan jejak Buya Hamka dinilai masih membutuhkan perbaikan Infrastruktur Wisata Maninjau, khususnya fasilitas penginapan.

Menanggapi hal ini, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan secara terbuka mengajak perantau serta pelaku usaha Malaysia untuk melakukan Investasi Wisata Sumbar.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat terbuka terhadap kolaborasi dan Investasi Wisata Sumbar yang mendukung pengembangan potensi daerah, terutama di sektor wisata sejarah dan religi," ujar Mahyeldi dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 11 November 2025.

Kata Mahyeldi, mengacu pada kebutuhan pembangunan hotel di Maninjau untuk melengkapi keberadaan Masjid dan Museum Buya Hamka.

Pertemuan ini juga menyinggung peran Tokoh Minang Global lainnya, seperti Raja Sulaiman di Filipina dan Rumah Gadang Fatimah di Thailand.

Dato’ Ahmad Azam menekankan perlunya dokumentasi sejarah untuk menguatkan identitas Minangkabau di kancah global, usulan yang disambut baik oleh Gubernur Mahyeldi.

Mahyeldi menegaskan komitmen Pemprov Sumbar dalam sinergi bersama Malaysia dalam bingkai ukhuwah Islamiyah, demi memastikan warisan intelektual dan spiritual para pendahulu dapat terus memberi manfaat bagi generasi penerus.