Disdikbud Padang Ajak Generasi Muda Lestarikan Bahasa Minangkabau
- Diskominfo Kota Padang
Padang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang mengimbau generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian Bahasa Minangkabau.
Bahasa daerah ini dinilai tidak hanya sekadar alat komunikasi, melainkan juga jantung kebudayaan dan identitas utama masyarakat Minangkabau.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kota Padang, Syamdani, dalam acara pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 tingkat SD dan SMP se-Kota Padang.
Syamdani menekankan bahwa pelestarian Bahasa Minangkabau merupakan tanggung jawab kolektif.
“Bahasa Minangkabau bukan sekadar alat komunikasi, tetapi adalah jantung kebudayaan sekaligus identitas masyarakat kita,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 13 November 2025.
Selain fokus pada bahasa, Syamdani juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali filosofi Minangkabau yang mendalam, yaitu “Alam Takambang Jadi Guru”.
“Ungkapan ‘Alam Takambang Jadi Guru’ mengajarkan kita untuk selalu belajar dari alam dan lingkungan sekitar. Nilai ini perlu kita hidupkan kembali agar generasi muda memahami dan menerapkan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata Disdikbud dalam pelestarian bahasa, Syamdani menyebutkan bahwa telah diedarkan surat edaran ke sekolah-sekolah di Kota Padang.
Surat edaran tersebut mewajibkan penerapan program satu hari berbahasa Minangkabau yang ditetapkan setiap hari Selasa.
Festival Tunas Bahasa Ibu sendiri menjadi platform strategis bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa daerah melalui berbagai lomba dan kegiatan edukatif.
Diharapkan, kegiatan rutin tahunan ini dapat memperkuat semangat pelestarian bahasa dan budaya Minangkabau di kalangan generasi muda.