Berburu Cemilan Kekinian di Jantung Kota Bukittinggi
- Adriana Adie
Padang – Kota Bukittinggi selama ini identik dengan Keripik Sanjai dan Nasi Kapau. Deretan gerai jajanan modern kini menjamur, menawarkan sensasi rasa baru bagi wisatawan maupun warga lokal.
Pantauan di lapangan, kawasan sekitar Jam Gadang dan Jalan Sudirman kini dipenuhi oleh berbagai pilihan cemilan yang sedang tren. Mulai dari Korean Street Food seperti Topokki dan Oden yang disesuaikan dengan lidah Minang, hingga Croffle dengan berbagai topping premium.
Kuliner street food di area Jam Gadang
- Adriana Adie
Salah satu pengelola gerai jajanan, Rendy (28), menyebutkan bahwa minat anak muda Bukittinggi terhadap makanan viral sangat tinggi. "Dulu orang ke sini cari yang tradisional saja, tapi sekarang mereka ingin yang instagenic dan rasanya unik. Kami memadukan konsep modern tapi tetap menggunakan bahan baku lokal jika memungkinkan," ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Fenomena ini juga didorong oleh kemudahan akses melalui platform pengantaran makanan daring. Selain itu, harga yang ditawarkan cukup kompetitif, mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 per porsi, menjadikannya favorit di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Meski jajanan modern terus bermunculan, para pedagang tradisional mengaku tidak merasa tersaingi. Menurut mereka, pangsa pasar jajanan kekinian dan oleh-oleh tradisional memiliki segmen yang berbeda namun saling melengkapi daya tarik wisata Bukittinggi secara keseluruhan.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Bukittinggi di akhir pekan, jangan lewatkan untuk mencicipi perpaduan unik antara udara dingin pegunungan dengan hangatnya sajian kuliner modern yang kini menjadi primadona baru di Kota Wisata ini.
Pengunjung memadati kawasan pedestrian Jam Gadang, di Bukittinggi, Sumatera Barat
- Adriana Adie