Dua Bentor Bakal Keliling Jemput Sampah Warga
- Diskominfo Kota Padang
Padang – Pemerintah Kota Padang terus berinovasi dalam mewujudkan visi kota bersih. Pada tahun 2027 mendatang, diproyeksikan akan ada dua unit becak motor (bentor) yang secara rutin mengitari permukiman warga.
Langkah ambisius ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat manajemen pengelolaan sampah langsung dari sumbernya.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan bahwa kehadiran armada tambahan ini bertujuan untuk menciptakan kompetisi positif dalam pengelolaan limbah rumah tangga.
Saat ini, satu unit bentor berwarna hijau yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Sampah (LPS) sudah beroperasi aktif.
Armada ini bertugas menyisir setiap rumah warga untuk mengangkut sampah domestik secara berkala agar tidak terjadi penumpukan di lingkungan permukiman.
Memasuki tahun 2027, Pemko Padang berencana menambah satu unit bentor lagi dengan identitas warna yang berbeda.
Berbeda dengan pendahulunya, bentor baru ini dikhususkan untuk menjemput sampah yang telah dipilah oleh warga untuk kemudian disetorkan ke Bank Sampah.
Fadly Amran menyebutkan bahwa sistem ini akan menjadi ajang pembuktian efektivitas pemilahan sampah di tingkat hulu.
Pemerintah ingin melihat apakah volume sampah yang masuk ke LPS akan lebih dominan dibandingkan dengan volume sampah yang berhasil dikonversi menjadi nilai ekonomi melalui Bank Sampah.
Menariknya, warga yang disiplin memilah sampah akan merasakan keuntungan finansial secara langsung. Saldo di rekening Bank Sampah mereka akan terus bertambah seiring banyaknya sampah anorganik yang disetorkan, yang nantinya dapat digunakan untuk membayar retribusi sampah tahunan.
Melalui skema ini, Wali Kota optimistis target Kota Padang menjadi kota terbersih di Indonesia dapat tercapai.
Fokus utamanya adalah memboyong kembali Piala Adipura sebagai simbol kesuksesan kolaborasi antara pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain isu lingkungan, Fadly Amran juga memaparkan progres program "Smart Surau" yang telah melibatkan puluhan ribu anak di Padang.
Program ini diklaim sukses membiasakan generasi muda untuk rutin melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid dan musala setempat.
Ke depannya, operasional Smart Surau akan ditingkatkan dengan teknologi yang lebih canggih. Setiap masjid dan musala akan dibekali perangkat tablet untuk sistem absensi berbasis pemindaian wajah (face recognition), menggantikan sistem barcode yang digunakan saat ini.
Sistem presensi digital ini juga berlaku bagi para orang tua. Sebagai bentuk apresiasi, Pemko Padang menjanjikan reward bagi orang tua dan anak yang paling istikamah beribadah ke masjid, dengan peluang mendapatkan hadiah utama berupa paket umrah.