Dari Padang ke Dunia: Rahasia di Balik Populeran Istilah ‘Tambuah Ciek’

Tambuah Ciek
Sumber :
  • Vimeo

Padang – Kekuatan diplomasi kuliner Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Kali ini, bukan sekadar rasa rendang yang diakui sebagai makanan terenak di dunia, melainkan bahasa daerah Minangkabau yang mulai akrab di telinga warga Amerika Serikat. Istilah "Tambuah Ciek, Da!" kini menjadi tren baru di kalangan pelanggan restoran Padang di beberapa kota besar seperti New York dan Philadelphia.

img_title FKI XIII 2026 : ISI Padangpanjang Semarak dengan Pameran Seni Hingga Seminar Internasional

Fenomena ini bermula dari menjamurnya rumah makan Padang otentik yang dikelola oleh diaspora Indonesia. Salah satu restoran yang viral di media sosial menunjukkan bagaimana warga lokal Amerika dengan percaya diri menghampiri pelayan dan mengucapkan kalimat sakti tersebut saat ingin menambah porsi nasi atau lauk mereka.

Bagi warga Amerika, makan di restoran Padang bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi sebuah pengalaman budaya. Pelayan restoran biasanya dengan senang hati mengajarkan istilah-istilah dasar kepada pelanggan. "Tambuah Ciek" yang berarti "Tambah satu lagi" menjadi kalimat pertama yang mereka pelajari karena relevansinya yang tinggi saat menghadapi kelezatan bumbu rempah yang kuat.

img_title Batu Angkek-Angkek Tanah Datar, Legenda Batu Bertuah yang Dipercaya Menguji Keinginan

"Awalnya mereka kesulitan melafalkan huruf 'u' dan 'h' di akhir kata 'Tambuah'. Namun, setelah tahu artinya adalah meminta porsi tambahan, mereka sangat antusias menggunakannya," ujar Edward, seorang pengelola restoran Indonesia di Queens, New York.

Menu yang paling sering memicu seruan "Tambuah Ciek" tentu saja adalah rendang daging dan gulai ayam. Teknik memasak slow-cooking dengan santan dan rempah melimpah memberikan cita rasa kompleks yang sulit ditemukan di kuliner Barat. Selain itu, sistem penyajian "hidang" atau "pesan bungkus" dengan porsi nasi yang lebih banyak (nasi padeh) juga menarik perhatian para food blogger lokal.

img_title Sejarah Soda Gembira, Minuman Jadul yang Tetap Digemari Lintas Generasi

Kehadiran media sosial seperti TikTok dan Instagram turut mempercepat penyebaran tren ini. Video-video pendek yang menampilkan warga asing mencoba makan nasi Padang langsung dengan tangan (muluk) sambil berseru "Tambuah Ciek" telah ditonton jutaan kali, menciptakan rasa penasaran bagi warga Amerika lainnya untuk berkunjung.

Popularitas istilah ini secara tidak langsung meningkatkan brand awareness terhadap pariwisata Sumatera Barat. Banyak pelanggan yang akhirnya bertanya lebih jauh tentang asal-usul makanan tersebut, yang kemudian berujung pada minat untuk mengunjungi Indonesia, khususnya Bukittinggi dan Padang.

Halaman Selanjutnya
img_title