Daun Lansano, Tanaman Angsana yang Sejak Lama Dimanfaatkan dalam Pengobatan Tradisional
- hijau.or.id
Padang – Daun lansano, yang juga dikenal sebagai daun angsana atau sonokembang, merupakan bagian dari tanaman Pterocarpus indicus yang cukup dikenal di berbagai daerah.
Selain dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh dan penghijauan, daun tanaman ini juga memiliki riwayat penggunaan dalam pengobatan tradisional.
Di tengah pemanfaatan tanaman herbal yang masih dilakukan sebagian masyarakat, daun lansano menarik perhatian karena dipercaya memiliki sejumlah khasiat.
Penggunaannya secara turun-temurun antara lain dikaitkan dengan membantu meredakan demam, sariawan, gangguan pencernaan hingga perawatan sejumlah masalah pada kulit.
Salah satu pemanfaatan tradisional daun lansano adalah untuk membantu meredakan demam.
Daun yang masih segar biasanya diremas atau direbus, kemudian airnya digunakan secara tradisional, termasuk dengan tambahan gula aren.
Praktik tersebut merupakan bagian dari pengetahuan pengobatan tradisional yang berkembang di masyarakat.
Daun lansano juga dikenal dalam penggunaan tradisional untuk membantu mengatasi sariawan. Air hasil seduhan atau rebusan daun terkadang digunakan sebagai obat kumur alami.
Selain itu, sebagian masyarakat memanfaatkan air rebusannya dengan cara diminum untuk membantu meredakan gangguan pencernaan seperti diare.
Tidak hanya itu, daun angsana juga disebut memiliki kandungan senyawa tumbuhan yang menarik untuk dikaji.
Beberapa sumber menyebut adanya kandungan seperti fitosterol dan stigmasterol yang berkaitan dengan berbagai aktivitas biologis.
Namun, kandungan suatu senyawa tidak otomatis berarti daun tersebut terbukti mampu mengobati penyakit tertentu pada manusia.
Dalam pengobatan tradisional, daun lansano juga dimanfaatkan untuk perawatan luar pada kulit.
Daun yang ditumbuk hingga menjadi pasta dipercaya dapat digunakan pada bagian kulit tertentu, termasuk untuk membantu merawat luka bakar ringan atau bisul.
Penggunaan semacam ini sebaiknya dilakukan secara hati-hati, terutama karena kondisi luka dapat berbeda-beda.
Khasiat lain yang kerap dikaitkan dengan daun angsana adalah membantu menjaga kadar kolesterol.
Kandungan fitosterol dan stigmasterol menjadi salah satu alasan tanaman ini menarik perhatian dalam pembahasan herbal.
Meski demikian, klaim bahwa daun lansano dapat menurunkan kolesterol tetap membutuhkan bukti penelitian yang memadai, terutama penelitian klinis pada manusia.
Pemanfaatan daun lansano sebagai tanaman obat juga menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan sumber daya tumbuhan yang berada di sekitar lingkungan.