Transformasi Kota Arang Dari Masa Lalu Yang Kelam
Sawahlunto pun, berubah menjadi situs kota tua yang menawan. Meski di beberapa tempat masih menyisakan persoalan untuk pemulihan kerusakan alam, namun perlahan tapi pasti. Semua diperbaiki.
Keanekaragaman hayati yang dulu ikut rusak akibat aktifitas tambang batu bara, kini mulai dikembalikan lagi melalui program pencanangan taman kehati. Program ini, inisiasi Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Yayasan KEHATI.
Gagasan membuat taman kehati Sawahlunto yang kemudian diberi nama taman kehati Emil Salim ini, muncul untuk mengembalikan atau mengkonservasi ekosistem flora dan fauna endemik di bekas zona pertambangan.
Konsep taman Kehati, menjadi pilihan karena kota Sawahlunto ingin memiliki wilayah pencadangan sumber daya alam seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 3 Tahun 2012.
Kedepan, taman kehati Emil Salim ini akan ditanami berbagai tumbuhan lokal, endemik dan langka. Meski baru tahap pertama, namun taman kehati Emil Salim ini, bakal menjadi tonggak perubahan paradigma pembangunan kota Sawahlunto.
Hingga pada akhirnya, dari kota tambang yang legam, perekonomian Sawahlunto kini berpegang pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Salah satunya, dengan mengembangkan ekowisata.
Kehadiran taman Kehati diatas lahan eks tambang batu bara seluas 24,28 hektar itu, diharapkan mampu melengkapi kawasan wisata Kandis yang diproyeksikan sebagai pusat kegiatan pariwisata dan edukasi. (Lusiana Indriasari)