Napas Konservasi di Samudra Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang –
Kampung Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Siang itu, Minggu 24 Agustus 2025, laut di kawasan Sungai Pisang, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, tampak tenang.
Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Dari tepian pantai, Syarial (54), nelayan sekaligus pegiat lingkungan pesisir bersiap berangkat bersama dua pemuda kampungnya, Yuda Saputra (17) dan Fajri Wahyudi (25).
Dengan kapal kayu bermesin tempel 15 PK, mereka mengarungi perairan menuju lokasi ratusan bibit mangrove yang tumbuh rapi di antara lumpur dan akar-akar tua.
Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Di sana, sebuah perahu kecil telah disiagakan untuk mengangkut bibit ke titik tanam berikutnya. Suara mesin kapal berpadu dengan debur ombak menjadi irama pagi di pesisir barat Sumatera.
Bagi Syarial dan kedua pemuda itu, menanam mangrove bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar menjaga kampung dari ancaman abrasi, gelombang tinggi, hingga potensi tsunami.
Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Aktivitas ini telah ia geluti sejak tahun 1997, ketika kerap menjadi nakhoda kapal bagi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yang melakukan riset di kampungnya.
Dari pengalaman itulah, benih kesadaran konservasi tumbuh dalam dirinya. Semangat Syarial makin menyala setelah banjir rob dan abrasi pantai tahun 2000 menghantam kampungnya dan memaksanya berpindah rumah.
Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Dari pengalaman pahit itu, ia bertekad mengajak para pemuda untuk menanam dan merawat mangrove. Upayanya kini berbuah hasil: garis pantai yang dulu tergerus, perlahan kembali hijau oleh hamparan bakau yang tumbuh kokoh di tepi laut.
Gerakan yang dirintis Syarial kini semakin besar berkat dukungan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung.
Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Bantuan itu terwujud dalam pembangunan Nursery Mangrove, pusat pembenihan sekaligus tempat edukasi dan konservasi di Sungai Pisang.
Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Kini, Nursery Mangrove tersebut bukan hanya tempat menanam bibit bakau, tetapi juga telah menjadi destinasi wisata baru.
Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Setiap akhir pekan, pengunjung datang untuk berswafoto, belajar konservasi, bahkan ikut menanam bibit mangrove bersama warga.
Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Di tengah hamparan hijau itu, Syarial, Yuda, dan Fajri menyebut dukungan Pertamina sebagai “bahan bakar baru” bagi perjuangan yang tak akan pernah padam.