Napas Konservasi di Samudra Sungai Pisang

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang
Sumber :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Padang

img_title Borong 40 Penghargaan di ENSIA 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Komitmen Lingkungan dan TJSL

Kampung Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

img_title Tanggap Bencana Kabut Asap Karhutla, Pertamina Sumbagut Salurkan Ribuan Masker di Kota Padang

Siang itu, Minggu 24 Agustus 2025, laut di kawasan Sungai Pisang, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, tampak tenang.

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

img_title Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, BNPB Cek Kesiapan Sirene Tsunami dan Jalur Evakuasi di Lampung

Dari tepian pantai, Syarial (54), nelayan sekaligus pegiat lingkungan pesisir bersiap berangkat bersama dua pemuda kampungnya, Yuda Saputra (17) dan Fajri Wahyudi (25).

Dengan kapal kayu bermesin tempel 15 PK, mereka mengarungi perairan menuju lokasi ratusan bibit mangrove yang tumbuh rapi di antara lumpur dan akar-akar tua.

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Di sana, sebuah perahu kecil telah disiagakan untuk mengangkut bibit ke titik tanam berikutnya. Suara mesin kapal berpadu dengan debur ombak menjadi irama pagi di pesisir barat Sumatera.

Bagi Syarial dan kedua pemuda itu, menanam mangrove bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar menjaga kampung dari ancaman abrasi, gelombang tinggi, hingga potensi tsunami

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Aktivitas ini telah ia geluti sejak tahun 1997, ketika kerap menjadi nakhoda kapal bagi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yang melakukan riset di kampungnya. 

Dari pengalaman itulah, benih kesadaran konservasi tumbuh dalam dirinya. Semangat Syarial makin menyala setelah banjir rob dan abrasi pantai tahun 2000 menghantam kampungnya dan memaksanya berpindah rumah. 

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Dari pengalaman pahit itu, ia bertekad mengajak para pemuda untuk menanam dan merawat mangrove. Upayanya kini berbuah hasil: garis pantai yang dulu tergerus, perlahan kembali hijau oleh hamparan bakau yang tumbuh kokoh di tepi laut.

Gerakan yang dirintis Syarial kini semakin besar berkat dukungan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung.

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Bantuan itu terwujud dalam pembangunan Nursery Mangrove, pusat pembenihan sekaligus tempat edukasi dan konservasi di Sungai Pisang.

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Kini, Nursery Mangrove tersebut bukan hanya tempat menanam bibit bakau, tetapi juga telah menjadi destinasi wisata baru.

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Setiap akhir pekan, pengunjung datang untuk berswafoto, belajar konservasi, bahkan ikut menanam bibit mangrove bersama warga. 

Gerakan Konservasi Mangrove Sungai Pisang

Photo :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Di tengah hamparan hijau itu, Syarial, Yuda, dan Fajri menyebut dukungan Pertamina sebagai “bahan bakar baru” bagi perjuangan yang tak akan pernah padam.

Halaman Selanjutnya
img_title