Ikhtiar Sang Penjaga Benteng Terakhir Samudra Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang – Sungai Pisang Minggu siang itu, 24 Agustus 2025, matahari bersinar terik. Suhu udara berkisar antara 17 hingga 32°Celcius dengan kelembaban 65 sampai 98 persen. Cukuplah bikin kulit gosong.
Di tepi jalan yang menghadap ke laut, tiga orang lintas usia dengan warna kulit agak kecoklatan khas masyarakat pesisir, tampak duduk dan berbincang di kedai kopi sederhana.
Obrolan mereka, berisi rencana tentang konservasi sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kampung halaman yang kini mulai tumbuh perlahan oleh geliat pariwisata bahari dari ancaman bencana alam.
Ketiganya bernama Syarial (60 tahun), Yuda Saputra (17 tahun) dan Fajri Wahyudi (25 tahun), warga Sungai Pisang, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.
Mereka tergabung dalam kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Teluk Olo Sungai Pisang.
Dibawah nakhoda Syarial, selain melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan di tingkat lapangan, Pokmaswas Teluk Olo yang sejak tahun 2018 lalu sudah berdiri, juga menjadi gerakan kolektif untuk melakukan revitalisasi mangrove dan terumbu karang.
Tujuannya tak lain, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi dan ancaman bencana alam lainnya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Sungai Pisang.
Mangrove dan terumbu karang adalah rumah bagi ikan dan hewan laut lain, solusi agar tak lagi terjadi abrasi, begitu kata mereka.
Kampung Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Tak lama kemudian, percakapan di kedai kopi itu berubah menjadi derap langkah menuju dermaga kecil di tepi muaro Sungai Pisang. Disana, sudah ada kapal kayu bermesin tempel 15 PK, bergoyang pelan di antara riak ombak.
Da Yal, begitu sapaan akrab Syarial, memimpin Yuda dan Fajri mengarungi lautan menuju lokasi pembibitan mangrove. Ada pula dua wisatawan yang menumpang saat itu.
Suara mesin perlahan mulai meraung, tanda kapal siap berlayar mengiringi semangat mereka mengambil bibit mangrove, tunas-tunas kehidupan yang kelak menjadi benteng hijau pelindung pesisir Sungai Pisang.
Konservasi Mangrove Sungai Pisang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Dikalangan mahasiswa, peneliti dan penggiat konservasi, nama Da Yal sudah tidak asing. Keterlibatannya di dunia konservasi bahari sudah lama menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidupnya.