BKSDA Sumbar Evakuasi Harimau Sumatra yang Terkena Jerat Babi di Pasaman
- BKSDA Pasaman
Padang – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bergerak cepat mengevakuasi satu individu harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang terperangkap jerat babi di Jorong Lima Sumpadang, Nagari Padang Mantigi Utara, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, pada Kamis (22/5/2026).
Kondisi satwa langka tersebut cukup memprihatinkan saat ditemukan. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, mengungkapkan bahwa harimau tersebut terjerat di beberapa bagian vital tubuhnya.
"Satwa dilindungi ini terkena jerat pada bagian leher sebanyak empat buah dan satu jeratan lagi melilit bagian kaki depan," ujar Antonius dalam keterangannya di Lubuk Basung, Kamis petang.
Mendapat laporan dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Rao, Tim BKSDA Sumbar segera meluncur ke lokasi dengan menggandeng tim medis dari Centre for Orangutan Protection (COP) serta tim Patroli Anak Nagari (Pagari). Sinergi antara petugas, kepolisian, dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan penyelamatan ini.
Untuk memastikan keamanan satwa dan tim penyelamat, harimau tersebut harus dilumpuhkan sementara menggunakan bius. Setelah kondisi satwa stabil, petugas secara perlahan melepaskan kelima jerat kawat yang melilit tubuh satwa dilindungi tersebut.
"Lima jerat yang melilit leher dan kaki depan berhasil kita lepas. Proses evakuasi tuntas dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB," tambah Antonius.
Keberadaan harimau yang terjerat ini pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat bernama Juliati (38). Ia menceritakan momen mencekam saat dirinya hendak menuju kebun sekitar pukul 08.00 WIB.
"Saya kaget sekali melihat ada anak harimau yang terkena jerat. Saya tidak berani mendekat dan langsung lari menuju pemukiman untuk melaporkan kejadian ini ke anggota Polsek Rao," kata Juliati.
Laporan cepat dari warga ini sangat krusial, mengingat luka akibat jerat kawat dapat berakibat fatal atau infeksi serius jika tidak segera ditangani secara medis.
Pasca-evakuasi, harimau malang tersebut tidak langsung dilepasliarkan kembali ke hutan. Pihak BKSDA memutuskan untuk membawa satwa tersebut ke Tempat Perawatan Satwa BKSDA Sumbar di Padang.
"Satwa akan menjalani observasi dan perawatan intensif selama beberapa hari ke depan untuk memastikan luka-lukanya sembuh dan kondisinya benar-benar pulih sebelum diputuskan langkah selanjutnya," jelas Antonius.