Alasan Husen Bunuh dan Cor Jasad Bos Isi Ulang Air Mineral

Muhammad Husen
Sumber :
  • tvOne/Didiet Cordiaz

Padang – Polisi berhasil meringkus Muhammad Husen, pelaku pembunuhan sadis dengan memutilasi korban dan mengecornya dengan semen di Tembalang Semarang, Jawa Tengah.

img_title Tari Indang Pariaman, Jejak Dakwah Islam yang Hidup dalam Gerak dan Syair Tradisi Minangkabau

Petugas dari Satreskrim Polrestabes dan Ditreskrimum Polda Jateng meringkus pelaku di tempat asalnya yaitu Banjarnegara pada Selasa, 9 Mei 2023, malam.

Saat menceritakan kronologi kejadian, dengan entengnya mengaku tak mau menyerahkan diri ke polisi dan pilih sembunyi. Alasannya, kalau menyerah nanti malah keenakan polisi.

img_title Polsek Padang Selatan Pasang Garis Polisi Usai Wanita Tumbang di Panggung Vegas Club Padang

"Ya enggak mau nyerah, nanti kalau menyerah ya keenakan polisi,"kata Husen dikutip dari laman viva, Kamis 11 Mei 2023 .

Pelaku mengaku melakukan aksinya tersebut dipicu rasa dendam. Menurut pengakuannya, ia mulai bekerja di depot air isi ulang milik korban pada awal puasa. Selama bekerja itulah, ia mengaku sering dimarahi dan dipukuli kalau melakukan kesalahan. 

img_title Tetap Harmonis di Usia Senja: Kenali Alasan Medis Lansia Dianjurkan Berhubungan Intim

"Karena saya sakit hati, sering dipukuli. Karena setiap ada salah kecil pasti dia marah dan saya dipukul. Contoh, saat saya harusnya kirim 15 galon air, ternyata yang saya bawa hanya 13 galon. Lalu waktu ada mesin isi ulang rusak juga dimarahi dan dipukul," ujar Husen.

Karena dendam itulah, lanjutnya, Tersangka Muhammad Husen nekat merencanakan pembunuhan terhadap bosnya yakni Irwan Hutagalung (53) sejak Senin, 1 Mei 2023, dan melakukan aksi pada Kamis (4/5) hingga Sabtu (6/5), dari menusuk dua kali kepala korban menggunakan linggis kemudian dimutilasi menjadi empat bagian, hingga mengecor korban dengan semen untuk menghilangkan jejak.

Saat menganiaya korban, Husen mengambil barang-barang berharga milik bosnya untuk bekal melarikan diri. Korban juga sempat menyewa pekerja seks komersial (PSK) dari uang korban yang dianiaya.

"Senang-senang sama cewek. Di Banjarsari, tarifnya Rp 300 ribu. Saya ambil uang korban Rp 7 juta untuk seneng-seneng, untuk rokok, minum-minum," kata Husen.

Dirinya sengaja melakukan hal tersebut untuk merayakan pembunuhan itu. Ia juga mengajak temannya yang bernama Imam saat bersenang-senang.

"Puas sekali (bunuh korban). Tidak ada penyesalan sama sekali,"tutupnya.