Bulan Purnama Raksasa di Arab Saudi Terangi Langit Sahara

Kerajaan Arab Saudi dan dunia Arab menyaksikan bulan purnama
Sumber :
  • AFP/ArabNews

Padang – Arab Saudi dan dunia Arab menyaksikan bulan purnama penting ketiga tahun ini pada hari Rabu kemarin. Walaupun bulan purnama ini disebut blue moon, warna bulan tetap tidak berubah.

img_title Sempat Tertahan Sakit di Arab Saudi, Dua Jemaah Haji Debarkasi Padang Akhirnya Tiba di Ranah Minang

Menurut Majed Abu Zahra, kepala Masyarakat Astronomi Jeddah, sebagian besar bulan biasanya hanya memiliki satu bulan purnama dalam kalender matahari. 

"Pada bulan Agustus terdapat dua bulan purnama yang menyebabkan terjadinya fenomena blue moon," terangnya dilansir dari Arabnews.

img_title Satu Jemaah Haji Asal Bengkulu Embarkasi Padang Meninggal Dunia

Dia bilang blue moon raksasa akan terbit di tenggara saat matahari terbenam, kemungkinan tampak berwarna oranye karena debu atmosfer.

Setelah terbit, bulan tersebut kembali ke rona putih keperakan seperti biasanya dan bergabung dengan Saturnus sebagai titik emas terang di langit malam.

img_title Suasana Haru Iringi Pelepasan 79 Jemaah Calon Haji Padang Panjang di Islamic Centre

"Pasangan ini berlangsung hingga matahari terbit hari Kamis," lanjutnya menjelaskan.

Abu Zahra menambahkan bahwa blue moon raksasa akan berukuran 7 persen lebih besar dan 15 persen lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa, namun perbedaan ini mungkin luput dari perhatian sebagian besar orang karena sifatnya yang halus dan potensi gangguan seperti awan dan lampu kota.

"Bulan akan mencapai purnama pada pukul 04.35 waktu Makkah pada hari Kamis," tambahnya.

Pengaruh blue moon raksasa akan terbatas dan tidak akan berdampak signifikan terhadap keseimbangan energi internal bumi, yang berkontribusi terhadap pasang surut air laut. Fase bulan ini merupakan waktu yang tepat untuk mengamati permukaan bulan yang berkawah-kawah.