Banjir Grobogan Meluas, 113 Desa Terendam

Banjir Purwodadi
Sumber :
  • Humas BNPB

Padang – Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, semakin meluas hingga hari ini, Sabtu 16 Maret 2024. Sebanyak 113 desa di 19 kecamatan terendam banjir, dengan ketinggian air yang terus meningkat.

img_title Kesiapsiagaan Dini, Dharmasraya Siaga Penuh Hadapi Karhutla

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebut bahwa banjir ini merupakan kiriman dari hulu Sungai Lusi di wilayah timur dan diperparah dengan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Grobogan.

Bahkan, banjir kali ini lebih besar jika dibandingkan dengan yang terjadi di awal Februari lalu. Ketinggian air juga lebih tinggi dan bertahan dalam durasi yang lebih lama.

img_title Antisipasi Puncak Kemarau, BPBD Jambi Perkuat Satgas Darat dan Sekat Bakar Lahan Gambut

"Banjir kali ini lebih parah. Ketinggian air di beberapa desa mencapai 2 meter dan masih terus naik," kata Abdul Muhari, Sabtu 16 Maret 2024.

Wilayah yang paling parah terdampak banjir adalah kata Abdul, antara lain Kecamatan Grobogan, Purwodadi, Tawangharjo, dan Karangrayung. Di wilayah tersebut, ketinggian air mencapai 2 meter dan merendam rumah-rumah warga, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

img_title UNP, Kyoto University, dan Kansai University Edukasi Kebencanaan Bagi Siswa SD di Padang

Ia mengatakan, BPBD telah mengerahkan tim SAR untuk membantu warga yang terdampak banjir. Tim SAR juga mengevakuasi warga yang terjebak di rumah-rumah mereka.

Kota Purwodadi Masih Lumpuh

Sementara itu menurut laporan Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan, Masrichan, wilayah Kota Purwodadi hingga Sabtu pagi masih tergenang banjir. Jalan protokol di pusat kota lumpuh dan belum dapat dilalui oleh beberapa jenis kendaraan tertentu.

Titik terdalam genangan banjir di Kota Purwodadi berada di Perempatan Kencana, Tugu Patung Kuda dan depan SMA Negeri 1 Purwodadi di jalan R. Soeprapto. 

"Terkait kondisi tersebut diimbau kepada masyarakat maupun pengguna jalan yang hendak melewati Kota Purwodadi dari arah Kota Solo maupun Kabupaten Blora dan Pati agar mengambil jalur alternatif lainnya,"tutup Masrichan.