Banjir Rendam 7 Kecamatan di Pesisir Selatan

Banjir di Nagari IV Koto Ilir Batang Kapas
Sumber :
  • Padang Viva

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menyebut tujuh kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, dilaporkan terendam banjir yang dipicu tingginya curah hujan dua hari terakhir. 

img_title Polsek Padang Selatan Pasang Garis Polisi Usai Wanita Tumbang di Panggung Vegas Club Padang

Tujuh kecamatan itu kata Mahyeldi yakni, Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, dan Lengayang. Selain merendam permukiman warga dan area pertanian, banjir juga merusak sarana jalan, jembatan, dan saluran irigasi di beberapa titik lokasi kejadian.

"Kita sudah mendapat laporan dari Kepala BPBD Sumbar. Kita sudah perintahkan seluruh OPD terkait untuk turun ke lokasi, melakukan pendataan kerusakan fasilitas umum, dan berkoordinasi dengan Pemkab Pessel," kata Mahyeldi dikutip dari keterangan resminya, Selasa 3 Desember 2024.

img_title Wisatawan Nusantara ke Sumbar Melonjak 2,1 Juta Perjalanan pada Juli 2026

Selain itu kata Mahyeldi, pihaknya juga sudah menginstruksikan Dinas Sosial Sumbar untuk berkoordinasi dengan Pemkab pesisir Selatan, untuk memastikan kebutuhan harian warga terdampak banjir tetap terpenuhi. Termasuk jika diperlukan, mendirikan dapur umum untuk keperluan konsumsi warga

Selain itu, menurut Mahyeldi, Dinas BMCKTR Sumbar dan Dinas PSDA Sumbar juga telah berkunjung ke lokasi kejadian untuk mengecek dan menindaklanjuti kerusakan fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan saluran irigasi. Salah satunya ke lokasi putusnya jalan di Singkulan Koto Nan Tigo Utara Surantiah.

img_title Batu Talempong, Batu Ajaib yang Mengeluarkan Bunyi seperti Alat Musik di Sumatera Barat

"Perbaikan sementara segera dilakukan agar akses masyarakat terhadap fasilitas umum tidak terputus. Sembari itu, kita juga koordinasikan perbaikan permanen. Terpenting, komunikasi antara Pemprov dan Pemkab di Pessel serta Pemerintah Pusat itu harus dijaga, agar kerusakan-kerusakan yang timbul dapat segera diatasi," tutup Mahyeldi.