Pastikan Ketersediaan Sembako, Wawako Bukittinggi Ibnu Asis Tinjau Harga Pasar
- Istimewa
Padang – Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Bawah jelang Idul Fitri pada Rabu, 26 Maret 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi memastikan stok pangan aman dan harga tetap terkendali menjelang hari raya.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis mengatakan bahwa pemantauan harga pasar ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi harga serta ketersediaan bahan pangan di pasaran.
"Peninjauan ini berkaitan ketersediaan bahan-bahan pokok (menjelang Idul Fitri)," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dari hasil pemantauan, stok pangan menjelang Idul Fitri cukup dan harga relatif stabil.
"Sepanjang yang kami temui dapat disimpulkan, bahwa stok untuk kebutuhan pangan kita menjelang Idul Fitri aman dan harga stabil terkendali," kata Ibnu Asis.
Ia berharap ke depannya harga bahan pokok yang terkendali dapat membantu masyarakat, termasuk perantau yang pulang kampung.
"Khusus untuk bahan pokok, semoga dapat membantu perantau yang pulang kampung serta juga memenuhi kebutuhan kita yang ada di Kota Bukittinggi," ujarnya.
Sebelum melakukan pemantauan pasar, TPID Bukittinggi menggelar rapat untuk membahas kondisi inflasi di daerah tersebut.
Berdasarkan evaluasi, inflasi dalam tiga bulan terakhir masih terkendali. Pada Desember 2024, inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.
Memasuki Januari 2025, terjadi deflasi sebesar -0,76 persen, sementara Februari 2025 masih mengalami deflasi sebesar -0,48 persen.
Penurunan harga ini salah satunya dipengaruhi oleh subsidi listrik dari PLN hingga 50 persen.
Pemerintah Kota Bukittinggi juga telah menggelar pertemuan tingkat tinggi atau High Level Meeting bersama TPID untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Dalam tinjauan ke Pasar Bawah, tim menemukan bahwa harga sejumlah komoditas pangan relatif stabil.
Beras premium dijual dengan harga Rp17,2 ribu per kilogram, sedangkan beras medium atau beras SPHP seharga Rp13,2 ribu per kilogram.
Sedangkan harga bawang merah mencapai Rp32 ribu per kilogram, sementara bawang putih dijual Rp42 ribu per kilogram.
Selanjutnya, cabai merah keriting berada di angka Rp57 ribu per kilogram, daging sapi Rp150 ribu per kilogram, dan ayam ras Rp41 ribu per kilogram.
Untuk telur ayam ras, harganya berkisar antara Rp45.000 hingga Rp50 ribu per tray. Sementara itu, gula pasir konsumsi dijual Rp18,5 ribu per kilogram, tepung terigu curah Rp8 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp15 ribu per liter, dan tepung terigu kemasan Rp12,7 ribu per kilogram.
Dari hasil pemantauan, pemerintah optimistis harga bahan pokok tetap stabil hingga Lebaran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari raya.
Pemko Bukittinggi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan pangan tetap terjaga.
Jika terjadi lonjakan harga, pemerintah akan mengambil langkah cepat guna mengendalikan inflasi dan melindungi daya beli masyarakat.