Gempa M 4.2 Picu Pergerakan Magma di Gunung Talang
- Padang Viva
Padang – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkap kondisi terkini Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pasca kejadian gempabumi tektonik dengan magnitudo M 4.2 yang terjadi pada Selasa kemarin pukul 17.23 WIB.
Melalui keterangan resminya, Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mengungkap telah terdeteksi adanya indikasi pergerakan atau migrasi dari kantong magma dalam menuju permukaan gunung Talang yang disebabkan lindu dangkal akibat aktivitas Sesar Sumani itu.
"Setelah kejadian gempa tektonik ini, kegempaan di Gunung Talang sampai pukul 24.00 WIB tercatat 115 kali kejadian. Jumlah Gempa Vulkanik Dalam pada Selasa kemarin tercatat 101 kali kejadian,"ujar Muhammad Wafid, Rabu 9 april 2025
Kata Muhammad Wafid, pemunculan gempa vulkanik dalam ini mengindikasikan adanya migrasi atau perpindahan magma dari kantong magma dalam ke permukaan
Meski demikian, menurut Wafid hasil pemantauan kegempaan Gunung Talang saat ini teramati sudah menurun, Sejak malam tadi hingga pagi ini, hanya tercatat 17 kali kejadian kegempaan.
Untuk status Gunung Talang, Muhammad Wafid menyebut bahwa sampai saat ini Gunung Talang masih berada pada level I atau normal.
Meski demikian, baik masyarakat atau pendaki tidak direkomendasikan bermalam atau mendekati area sekitar kawah Talang (Kawah Selatan dan Kawah Utama) dalam radius 500 meter.
Diketahui, Gunung Talang yang terletak di Kabupaten Solok ini merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Sumatera Barat.
Gunungapi ini merupakan kompleks gunungapi yang terdiri dari kerucut Talang Jantan di sebelah timur dan Talang Betina di sebelah barat dan jarak antara dua kerucut ini sekitar 1 kilometer.
Kompleks gunungapi ini, tumbuh di zona bagian tengah Sesar Besar Sumatera yang aktif, yaitu pada Segmen Sumani dan Segmen Suliti.
Bagian utara dari Segmen Sumani berada di sisi utara Danau Singkarak melewati sisi barat daya danau, melewati Kota Solok, Sumani, Selayo dan berakhir di utara Danau Diatas pada tenggara Gunung Talang.
Badan Geologi mencatat, aktivitas Gunung. Talang sangat rentan akan pengaruh aktivitas tektonik di sekitarnya, seperti erupsi yang terjadi pada tanggal 12 April 2005 menghasilkan dua kawah baru, yaitu Kawah Utama dan Kawah Selatan, diperkirakan dipicu oleh gempa bumi tektonik Mentawai M 6.8.