Najla Al Balkis, Joki Wanita yang Curi Perhatian dan Juara di Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2025.
- Istimewa
Padang – Sorak sorai penonton menggema di Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang saat seorang joki wanita muda melintasi garis finish paling depan.
Ia adalah Najla Al Balkis, remaja 17 tahun yang sukses mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2025.
Dengan penuh percaya diri, Najla menunggangi kuda pacuan bernama Rolet milik Gustiastial dan menjuarai Kelas Sagalo Heat I - 600 meter.
Keberanian dan ketangkasannya di lintasan berhasil menyita perhatian ribuan pasang mata, termasuk jajaran pejabat dan tokoh masyarakat yang memadati tribun kehormatan.
Prestasinya tak hanya diganjar tepuk tangan meriah tapi juga dari tribun VVIP, Najla menerima penghargaan tak biasa—saweran tunai dari berbagai tokoh sebagai bentuk apresiasi atas penampilannya yang luar biasa.
Kapolda Sumatera Barat, Wali Kota Bukittinggi, Bupati Agam, Direktur Bank Nagari, unsur Bundo Kanduang, sponsor, hingga para penghobi kuda, secara spontan mengalirkan dukungan yang jumlahnya mencapai belasan juta rupiah.
“Senang sekali bisa jadi juara, meskipun perjalanan ke sini penuh tantangan,” ujar Najla dengan mata berbinar.
Ia mengaku telah menekuni dunia pacuan kuda sejak usia 12 tahun, dan terus berlatih hingga mampu bersaing di level kompetisi.
Kemenangan ini bukan datang tiba-tiba. Doni Syafri, pelatih sekaligus pendamping Najla, menyebutkan bahwa proses pembinaan terhadap Najla telah berlangsung selama lima tahun.
"Sejak awal, Najla menunjukkan minat kuat pada dunia pacuan—mulai dari menunggang hingga merawat kuda dan dari kecil dia sudah kita siapkan, dan sekarang kita lihat hasil dari dedikasinya,” kata Doni bangga.
Panitia Wisata Derby juga memberikan dukungan penuh bagi partisipasi Najla. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, memastikan semua aspek administratif dan legalitas telah dipenuhi, termasuk persetujuan tertulis dari orang tua.
“Panitia dan tim steward telah menyelesaikan semua persyaratan agar Najla bisa ikut serta,” ujarnya.
Keberhasilan Najla menjadi penanda penting dalam dunia pacuan kuda Sumatera Barat yang selama ini didominasi laki-laki.
Ia bukan sekadar juara, tapi simbol harapan baru bagi keterlibatan perempuan di arena pacuan.