Pascagempa di Mentawai, Masyarakat Diingatkan Lebih Waspada

Siswa di Mentawai mengungsi pascagempa, Senin (29/8).
Sumber :
  • BPBD Mentawai

Padang – Akibat dihoyak gempa di atas 5 magnitudo tiga kali berturut-turut, sebanyak 494 kepala keluarga (KK) di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai terpaksa mengungsi di titik aman atau daerah ketinggian, Senin, 29 Agustus 2022.

Kapolda Sumbar Buka Kejuaraan Bulu Tangkis

Data dari Pusdalops PB BPBD Sumatera Barat, 494 KK itu terbagi di tujuh dusun di Desa Simalegi. Rinciannya, Dusun Saboilogkat total 68 jiwa (18 KK), yakni laki-laki 34 jiwa dan perempuan 34 jiwa, Dusun Sute'uleu sebanyak 189 jiwa (42 KK), yakni laki-laki 101 jiwa dan perempuan 88 jiwa, serta Dusun Muara Selatan sebanyak 257 jiwa (57 KK), yakni laki-laki 137 jiwa dan perempuan 120  jiwa,.

Lalu, Dusun Muara Utara total 269  jiwa (63 KK), yakni laki-laki 131 jiwa dan perempuan 138 jiwa, Dusun Betaet Utara total 528 jiwa (102 KK), yakni laki-laki 315 jiwa dan perempuan 213 jiwa, Dusun Betaet Selatan sebanyak 704  jiwa (144 KK), yakni laki-laki 313 jiwa dan perempuan 391 jiwa, serta Dusun Sakaladhat total 311 jiwa (68 KK), yakni laki-laki 157 jiwa dan perempuan 154 jiwa.

Ketua DPRD Sumbar Sebut Dua Wilayah Ini Paling Rawan Peredaran Narkotika

Ratusan KK itu untuk sementara terpaksa mengungsi di posko pengungsian yang dibangun NGO, di rumah pendudukan dan kebun masyarakat yang berada di ketinggian. Mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan berupa alat penerangan, tenda, tikar, selimut, dan bahan makanan siap saji.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Kepulauan Mentawai, kondisi saat ini aman dan terkendali. Kita terus memantau perkembangannya," kata Kalaksa BPBD Sumbar, Jumaidi saat dihubungi.

Sumbar Tegas Dukung PPDB yang Objektif Demi Pemerataan Kualitas Pendidikan

Jumaidi juga terus mengimbau, agar masyarakat Kepulauan Mentawai dan sekitarnya tetap waspada atau siaga dengan segala kemungkinan. Misalnya memperhatikan penempatkan barang di dalam rumah agar tidak menghalangi ketika evakuasi keluar rumah, atau evakuasi mandiri ke tempat aman jika terjadi gempa yang berisiko mengancam nyawa.

Selain itu, Jumaidi juga terus mewanti-mewanti kepada seluruh masyarakat Sumbar, terutama bagi yang bermukim di kawasan pantai serta perbukitan agar tetap siaga terhadap bencana banjir dan longsor. Apalagi, cuaca di sejumlah daerah Sumbar akhir-akhir ini sering diguyur hujan, baik intensitas ringan, sedang, maunpun lebat.