Update Gempa Bumi M 6.0 Poso: Warga Luka-Luka Bertambah Jadi 32 Orang

Ilustrasi - Seismograf mencatat getaran gempa
Sumber :
  • ANTARA/Shutterstock/pri

Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru jumlah korban gempabumi Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah

img_title Kepala BNPB dan Menko PMK Bertolak ke NTT, Dorong Bantuan Helikopter Pascagempa M 7,7 Nagekeo

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebut lindu yang terjadi pada Minggu 17 Agustus 2025 itu, menyebabkan 32 warga mengalami luka-luka.

"Dari jumlah tersebut, 16 orang dirujuk ke RSUD Poso termasuk dua orang dalam kondisi kritis, enam orang dirawat di Puskesmas Tokorondo, serta sepuluh orang lainnya mengalami luka ringan,"ujar Abdul Muhari, Senin 18 Agustus 2025.

img_title Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT: Ada Korban Jiwa, Warga Pesisir Pun Dievakuasi

Sementara itu, kerusakan bangunan yang terdata kata Abdul, meliputi 4 unit rumah rusak berat, 33 unit rumah rusak ringan, satu unit gedung SDN 1 Tangkura rusak, termasuk tiga unit fasilitas ibadah yaitu Gereja Jemaat Elim Desa Masani, Gereja Gloria, dan GPDL Mahnaim.

Abdul bilang, BPBD Kabupaten Poso bersama aparat setempat masih melakukan pendataan dan assessment di desa-desa terdampak, antara lain Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, Lape, dan Bega. 

img_title BPBD Sumbar Tingkatkan Mitigasi Karhutla di Tengah Penurunan Kualitas Udara

"Hingga siang kemarin, kebutuhan mendesak yang dilaporkan antara lain tenda, terpal, lampu taktis, selimut, alas tidur, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, serta kendaraan operasional untuk mendukung penanganan darurat,"kata Abdul.

Menurut Abdul, BNPB juga sudah mengirimkan tim dari Direktorat Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD), Kedeputian Bidang Penanganan Darurat untuk memberikan dukungan mulai dari pendampingan, monitoring, kaji cepat, manajemen posko darurat, data informasi dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tanggap darurat.

Di samping itu, BNPB juga terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mempercepat penanganan darurat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pengungsi dan pemulihan kondisi masyarakat. 

"Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB,"tutup Abdul Muhari.