LKAAM: Sumbar Bukan Lagi Wilayah Transit, tapi Tujuan Utama Narkoba

Pemusnahan Barang Bukti Narkotika
Sumber :
  • Humas Polda Sumbar

Padang – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Fauzi Bahar, mengapresiasi keberhasilan Polda Sumatera Barat yang menyita hingga 50 kilogram sabu.

img_title Meneladani Kisah dan Karisma Buya Hamka, Ulama yang Menginspirasi Lintas Generasi

Ia menyebut jumlah fantastis ini sangat mengkhawatirkan karena Sumatera Barat bukan lagi sekadar tempat transit, melainkan telah menjadi tujuan utama peredaran narkoba.

Menurut Fauzi, satu kilogram narkoba saja dapat menghancurkan lebih dari 100.000 jiwa, khususnya generasi muda Minangkabau.

img_title Legislator Sumbar Soroti Sawit Ilegal di Bekas Karhutla Dharmasraya: Jangan Dianggap Sepele!

"Ini adalah ancaman serius bagi anak kemenakan kita," ujar Fauzi Bahar Datuk Nan Sati, dikutip dari keterangan resminya, Jumat 19 September 2025.

Fauzi menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau dengan menjauhi narkotika, pergaulan bebas, dan perilaku menyimpang lainnya.

img_title Polda Kepri Gagalkan Pengiriman Hampir 2 Kg Ganja Asal Sumbar ke Batam

Ia pun memberikan pesan tegas kepada generasi muda. "Sekali kalian mencoba, sengsara seumur hidup. Narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga masa depan keluarga dan nagari," katanya.

Ia juga mengungkapkan rasa prihatin atas tingginya angka pengguna narkoba di Sumatera Barat dan mempertanyakan faktor penyebabnya.

Fauzi menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumatera Barat dan jajarannya yang bekerja keras siang dan malam untuk mengungkap kasus narkoba.

"Ketika kita semua istirahat, polisi tetap di lapangan. Tanpa mereka, siapa yang akan melindungi kita?" ungkapnya.

Fauzi Bahar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba.

"Mari kita dukung ramai-ramai Polda Sumbar dan BNN. Anak kemenakan, sadarlah, jaga Minangkabau kita dari ancaman narkoba," tutupnya.