Hadapi Tantangan Digital, SEAMOLEC di Bali Rumuskan Arah Pendidikan STEM Masa Depan
- Humas Kemendikdasmen
Padang – Indonesia, sebagai tuan rumah bagi tujuh SEAMEO Regional Centres, terus memperkuat perannya dalam memajukan prioritas pendidikan regional.
Melalui SEAMEO Regional Open Learning Center (SEAMOLEC), Indonesia menjadi tuan rumah Rapat Dewan Pembina (Governing Board Meeting/GBM) ke-28 yang diselenggarakan pada 24-26 September 2025 di Bali.
Pertemuan tahunan ini menjadi platform krusial bagi SEAMOLEC untuk melaporkan capaian, membahas anggaran dan program kerja, serta merumuskan langkah strategis.
Tujuannya adalah mengembangkan pembelajaran terbuka dan jarak jauh (Open and Distance Learning - ODL) yang inovatif, inklusif, dan mudah diakses di seluruh kawasan ASEAN.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Vivi Andriani, menegaskan bahwa SEAMOLEC secara konsisten berada di garda terdepan dalam mempromosikan solusi pembelajaran digital dan meningkatkan kapasitas guru.
"Upaya ini memastikan peserta didik di daerah terpencil dapat mengakses pendidikan berkualitas,"katanya dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu 27 September 2025.
Ia menekankan bahwa seiring percepatan transformasi digital di Asia Tenggara, kebutuhan untuk membekali peserta didik dan pendidik dengan pendidikan STEM yang modern, etis, dan kontekstual semakin mendesak.
"Pendidikan STEM dianggap vital agar peserta didik mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara etis dan inklusif,"ujarnya.
Deputy Director for Administration and Communication SEAMEO Secretariat, Pintip Iamnirath, menilai GBM ini lebih dari sekadar pertemuan, melainkan wadah penting untuk bertukar gagasan dan merumuskan arah strategis.
Ia menekankan perlunya SEAMEO untuk tetap proaktif dan responsif terhadap dinamika serta kebutuhan pendidikan masa kini dan mendatang.
Sementara itu, Direktur SEAMOLEC, Cahya Kusuma Ratih, memaparkan sejumlah capaian, termasuk keberhasilan menghadirkan inovasi digital dan memperluas pelatihan bagi lebih dari 10.000 pendidik.
SEAMOLEC juga memperkuat kemitraan dengan kementerian, universitas, dan pusat SEAMEO lainnya.
"Pencapaian ini menunjukkan komitmen kami dalam mewujudkan inklusivitas, inovasi, dan penguatan kapasitas," ujar Cahya.
Melalui GBM ke-28 ini, Indonesia dan SEAMOLEC menegaskan peran strategisnya dalam mendukung transformasi pendidikan digital di kawasan.
Hasil pertemuan diharapkan memperkuat arah kebijakan, meningkatkan kolaborasi, serta menjamin pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa di Asia Tenggara.