Warga Padang Disiapkan Hadapi Skenario Bencana Besar 5 November Mendatang
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang – Kota Padang, yang berada dalam ancaman nyata gempa bumi dan tsunami, akan memasuki fase kesiapsiagaan darurat melalui sebuah latihan besar-besaran (drill) pada 5 November 2025.
Latihan ini melibatkan sekitar 200.000 warga dari delapan kecamatan di zona merah tsunami. Fokus utama kini adalah memastikan seluruh informasi mitigasi sampai ke setiap rumah tangga, terutama di wilayah yang paling rentan.
Kecamatan Padang Selatan, yang dikenal sebagai salah satu kawasan di zona merah paling kritis, menggencarkan sosialiasi secara masif.
Camat Padang Selatan, Wilman Moechtar, menegaskan bahwa kesiapan warga adalah kunci utama.
"Sosialisasi kepada warga terus kita lakukan, sehingga kita harapkan nantinya warga bisa mengikuti latihan ini dengan baik," ujar Wilman dikutip dari keterangan tertulis, Senin 27 Oktober 2025.
Wilman menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak bisa hanya terpusat di kantor kecamatan. Seluruh perangkat di tingkat kelurahan, mulai dari Lurah, Ketua RW, hingga Ketua RT, digerakkan untuk menjadi ujung tombak penyampaian informasi.
Tujuannya adalah memastikan detail pelaksanaan drill gempa dan tsunami, termasuk jalur dan lokasi evakuasi sementara, benar-benar dipahami oleh setiap individu.
“Melalui informasi itu nantinya warga diharapkan mengetahui apa yang harus dilakukan dan ke mana akan melakukan evakuasi sementara,” tambah Wilman.
Imbauan masif ini bertujuan menghilangkan kepanikan saat sirine berbunyi pada tanggal 5 November nanti, mengubah kecemasan menjadi tindakan evakuasi yang terkoordinasi dan terukur.
"Warga harus tahu persis langkah yang harus diambil dalam hitungan menit pasca gempa,"kata dia lagi.
Diketahui, latihan kesiapsiagaan ini dijadwalkan berlangsung serentak pada pukul 10.00 WIB, ditandai dengan bunyi sirine peringatan dan simulasi keadaan darurat.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Kota Padang untuk meminimalkan potensi korban jiwa jika skenario gempa besar yang berpotensi memicu tsunami benar-benar terjadi di masa depan.
Latihan 5 November bukan sekadar formalitas, melainkan investasi kritis bagi keselamatan komunal yang memungkinkan warga Padang untuk mengubah ancaman bencana menjadi kewaspadaan yang terorganisir.