120 Tewas Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Agam

Evakuasi Korban Banjir Bandang Palembayan Agam
Sumber :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

Padang – Korban tewas akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), telah menembus angka 120 orang. Para korban meninggal dunia ini tersebar di enam kecamatan berbeda di wilayah Agam.

img_title Kasus ISPA Karhutla Tembus 333 Ribu Jiwa

"Ini merupakan data korban meninggal dunia pada Minggu (30 November) pukul 23.00 WIB," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, 1 Desember 2025.

Kata dia, sebanyak 120 korban meninggal dunia tersebut tersebar di sejumlah titik antara lain, Palembayan: 97 orang (terbanyak), Malalak, 12 orang, Tanjung Raya, 8 orang, Matur 1 orang, Palupuh, 1 orang, dan Ampek Nagari 1 orang

img_title ASDP Tanggung Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi di Pelabuhan Merak, Pendataan Ganti Rugi Mulai Dilakukan

Menurut Rahmat, selain korban meninggal, jumlah warga yang belum ditemukan masih cukup tinggi, yakni mencapai 74 orang.

Proses pencarian saat ini terus dilanjutkan dengan melibatkan tim gabungan besar. Tim tersebut terdiri dari BPBD Agam, Satpol PP, Damkar, Basarnas, TNI, Polri, PMI Agam, dan elemen lainnya.

img_title Kebakaran Los Batiah Pasar Payakumbuh, Pemko Pastikan Penanganan Pascabencana dan Penyelidikan Polisi

"Pencarian korban juga menurunkan anjing pelacak dari Polri," tambah Rahmat.

Tercatat, korban yang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit sebanyak 45 orang.

Rinciannya, 44 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung dan satu orang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Sementara itu, dampak bencana juga menyebabkan sebanyak 6.300 warga harus mengungsi. Mereka berasal dari 11 kecamatan, termasuk Palembayan, Ampek Nagari, Palupuh, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Baso, Malalak, Banuhampu, Matur, Ampek Koto, dan Lubuk Basung.

Warga mengungsi di berbagai lokasi seperti rumah saudara, masjid, mushala, hingga sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BPBD Agam telah mendirikan dapur umum.