Listrik Sumbar Pulih 100 Persen, Perbaikan Jalan Rusak Dikebut 14 Hari
Padang – Infrastruktur listrik di seluruh wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dilaporkan telah berfungsi seratus persen per hari Jumat kemarin.
Pemulihan jaringan listrik ini berhasil menjangkau 19 kabupaten dan kota di Sumbar secara bertahap.
Meskipun menghadapi kendala jalur berlumpur, petugas bekerja keras hingga titik terakhir yang berhasil dipulihkan berada di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Secara keseluruhan, pasokan PLN berhasil memulihkan 99,8% kelistrikan sejak Senin (1/12), dan kini telah mencapai pemulihan total.
Di sisi lain, penanganan darurat untuk infrastruktur jalan dan jembatan terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan dinas terkait di daerah.
Data per Jumat kemarin menunjukkan dampak bencana terhadap infrastruktur mencakup 30 ruas jalan nasional dan 12 jembatan nasional.
Kerusakan terjadi akibat longsor di 63 titik dan banjir di 32 titik. Selain infrastruktur nasional, penanganan darurat juga menyasar 80 ruas jalan non-nasional dan 32 jembatan non-nasional yang mengalami kerusakan.
Salah satu ruas jalan yang masih terputus total atau belum dapat dilalui adalah ruas Sicincin dan batas Kota Padang Panjang di KM 63+500.
Titik ini mengalami putus total dan diperparah oleh 12 titik longsor tambahan yang menggerus bahu jalan dan satu jalur.
Mengingat tingkat kerusakannya yang parah, perbaikan ditargetkan berlangsung selama 14 hari dengan fokus utama membuka satu lajur agar dapat dilalui oleh kendaraan ringan.
Meski terdapat titik yang putus total, sejumlah akses utama di Sumbar sudah dapat diakses kembali oleh masyarakat.
Ruas-ruas utama yang dilaporkan telah terbuka, antara lain: Padang–Pariaman–Pasbar–Batas Sumatera Utara, Padang Panjang–Bukittinggi–Batas Riau, Padang–Painan–Batas Bengkulu, serta Padang–Solok–Dharmasraya–Batas Jambi. Pembukaan jalur-jalur penting ini mempermudah mobilisasi logistik dan mempercepat penanganan bencana di berbagai wilayah terdampak.
Untuk mempercepat penanganan darurat di lapangan, sejumlah besar alat berat telah dimobilisasi.
Saat ini, total 23 ekskavator, 11 dump truck, dan 6 wheel loader dikerahkan untuk melakukan perbaikan di semua titik kerusakan.
Mobilisasi kendaraan pendukung ini merupakan langkah strategis guna memastikan pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan yang terputus dapat diselesaikan sesuai target waktu yang ditetapkan.