Gubernur Mahyeldi Pastikan Sumbar Tidak Sendiri Hadapi Bencana

Gubernur Mahyeldi. Foto/Andri Mardiansyah
Sumber :

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bergerak cepat memastikan penanganan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 berjalan optimal.

img_title Gubernur Mahyeldi Laporkan Masalah Kelangkaan Solar di Sumbar kepada COO Danantara

Hingga 30 Desember 2025, bantuan keuangan senilai puluhan miliar rupiah telah digelontorkan ke kabupaten dan kota terdampak.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menegaskan bahwa keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama.

img_title Gubernur Mahyeldi Ingatkan Generasi Muda Manfaatkan AI Secara Bijak Tanpa Kehilangan Karakter

Solidaritas nasional yang mengalir deras dari berbagai penjuru tanah air menjadi kekuatan bagi Sumbar untuk bangkit.

“Kami benar-benar merasakan kehadiran negara dan kuatnya solidaritas nasional. Sumatera Barat tidak sendiri, dan itu begitu terasa nyata,” ujar Mahyeldi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 1 Januari 2025

img_title Gubernur Mahyeldi Usulkan Dukungan Investasi Danantara untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumbar

Dia menyebut, dukungan kemanusiaan mengalir dari lintas sektor, mulai dari Pemerintah Pusat hingga masyarakat luas.

Hingga akhir tahun, total bantuan yang diterima Pemprov Sumbar mencapai lebih dari Rp50 miliar.

Menurut Mahyeldi, sebagai langkah percepatan, Pemprov Sumbar telah menyalurkan Rp24,2 miliar kepada 13 daerah terdampak. Kabupaten Agam dan Kota Padang menjadi daerah dengan alokasi penyaluran terbesar. 

“Penyaluran ini diprioritaskan untuk kebutuhan darurat, pemulihan layanan dasar, serta dukungan langsung kepada masyarakat,” jelas Mahyeldi.

Selain bantuan langsung ke daerah, Pemprov Sumbar kata Mahyeldi juga merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp8,16 miliar melalui OPD terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial untuk logistik serta perbaikan infrastruktur awal.

Mahyeldi menjamin bahwa setiap bantuan akan dikelola secara transparan dan tepat sasaran. Fokus pemerintah saat ini adalah transisi menuju pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan bermartabat.