Erupsi Dahsyat Tengah Malam: Gunung Marapi Lontarkan Abu Setinggi 12.000 Meter
- Golden Net ISP
Padang – Gunung Marapi yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang ekstrem. Pada kurun waktu Sabtu (14/3/2026) tengah malam hingga Minggu (15/3/2026) dini hari, gunung api setinggi 2.891 mdpl tersebut mengalami erupsi hebat dengan kolom abu mencapai ketinggian fantastis.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan signifikan terjadi pada pukul 23.29 WIB. Teramati kolom abu vulkanik membubung hingga 12.000 meter (12 kilometer) di atas puncak gunung. Angka ini menandakan salah satu letusan dengan kolom abu tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Ketinggian kolom abu yang mencapai 12 km tersebut juga terkonfirmasi melalui pantauan Satelit Himawari-9. Citra satelit menunjukkan sebaran material vulkanik yang cukup masif mengarah ke atmosfer atas, yang berpotensi mengganggu jalur penerbangan di wilayah Sumatera.
Secara teknis, erupsi ini tercatat dengan sangat jelas pada perangkat seismograf milik Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30.2 mm dan durasi mencapai 201 detik," tulis laporan resmi petugas pengamat dalam rilis berkala yang diterima Minggu pagi.
Hingga berita ini diturunkan, suara gemuruh dilaporkan terdengar oleh warga yang berada di lereng gunung. Mengingat tinggi kolom abu yang mencapai 12.000 meter, potensi hujan abu pekat diprediksi akan mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Barat, terutama yang berada searah dengan hembusan angin.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius zona bahaya yang telah ditetapkan. Masker dan pelindung mata menjadi kebutuhan mendesak bagi warga di wilayah terdampak guna menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus melakukan koordinasi untuk memantau kemungkinan adanya banjir lahar dingin, terutama jika terjadi hujan lebat di hulu sungai yang berhulu di puncak Marapi. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta hanya mengikuti instruksi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah melalui kanal komunikasi tepercaya.
Letusan ini menjadi pengingat kuat akan karakter Gunung Marapi yang fluktuatif. Status aktivitas gunung saat ini terus dievaluasi guna menentukan apakah diperlukan perluasan zona sterilisasi atau peningkatan status level waspada.