Karhutla Gunung Bromo Hanguskan 60 Hektare Lahan
- BNPB
Padang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Bromo di Provinsi Jawa Timur sejak Senin 3 Agustus 2026.
Hingga Rabu sore kemarin, total luas area terdampak kebakaran tercatat mencapai kurang lebih 60 hektare yang membentang di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
Di wilayah Kabupaten Probolinggo, kobaran api menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura.
Sementara itu, cakupan kebakaran terbesar terjadi di kawasan Jantur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, dengan luas mencapai 50 hektare.
Menanggapi insiden tersebut, tim gabungan yang melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Probolinggo, BPBD Malang, Balai Besar TNBTS, Polhut, serta relawan terus mengintensifkan pemadaman darat.
Petugas mengandalkan mobil pemadam, pemukul api (gepyok), alat semprot, serta pengerahan armada tangki air.
Guna mempermudah proses penanganan di lapangan, BPBD Jawa Timur turut menerjunkan pesawat nirawak (drone) untuk memantau sebaran titik api dari udara.
Pantauan drone menjadi acuan penting bagi personel pemadam darat dalam memetakan serta menjangkau lokasi-lokasi api yang tersembunyi.
Hingga Rabu sore, titik api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur di wilayah Desa Sariwani dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Kendati demikian, satu titik api di kawasan tersebut belum berhasil dipadamkan akibat posisinya berada di medan ekstrem dengan kontur tanah yang sangat terjal.
Selain kendala kontur lereng Kaldera Bromo yang sulit diakses oleh tim pemadam darat, terpaan angin kencang di sekitar lokasi juga menjadi ancaman serius.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi mempercepat perambatan api ke area vegetasi kering lainnya di sekitar kawasan taman nasional.
Merespons eskalasi kebakaran, Kepala BNPB Letjen TNI, Suharyanto menginstruksikan percepatan penanganan melalui operasi pemadaman udara.
Pihaknya menerjunkan dua unit helikopter water bombing mulai Kamis 6 Agustus 2026 untuk menjangkau titik api di lereng yang tak terjangkau jalur darat.
Selain pengerahan helikopter water bombing, BNPB juga menyiapkan opsi dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di lokasi terdampak.
Langkah modifikasi cuaca ini diselaraskan dengan perkembangan analisis kondisi atmosfer dan kebutuhan riil di lapangan.