Oktober 2026, Bulan Ini Langit Punya Banyak Kejutan

Hunters Moon
Sumber :
  • people.com

Padang – Bagi pencinta langit malam, Oktober 2026 menjadi salah satu bulan yang menarik untuk sesekali meninggalkan layar ponsel dan menengadah ke langit.

img_title Festival Minangkabau 2026 Momentum Kebangkitan Wisata dan Ekonomi Tanah Datar

Sejumlah fenomena astronomi dijadwalkan menghiasi langit sepanjang bulan, mulai dari hujan meteor hingga Bulan purnama yang dikenal sebagai Hunter’s Moon.

NASA menyebut Oktober sebagai salah satu waktu yang menarik untuk melakukan pengamatan langit.

img_title Sejarah Baru! Lionel Messi Resmi Jadi Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia

Salah satu fenomena yang baru saja menjadi perhatian adalah hujan meteor Draconid yang mencapai puncak pada malam 8 Oktober hingga dini hari 9 Oktober.

Hujan meteor ini dikenal karena waktu terbaik pengamatannya datang tidak lama setelah malam tiba, berbeda dari sejumlah hujan meteor lain yang lebih ideal diamati menjelang pagi.

img_title Antisipasi Lonjakan Wisatawan Tabuik 2026, KAI Sumbar Siapkan Layanan Maksimal

Tahun ini, kondisi Bulan yang mendekati fase baru juga membuat langit relatif gelap sehingga meteor lebih mudah terlihat. 

Nama Draconid berasal dari rasi Draco atau Naga, tempat titik pancaran meteor tampak berasal.

Meski jumlah meteor yang terlihat biasanya tidak sebanyak hujan meteor besar lainnya, kemunculannya pada awal malam membuat fenomena ini menarik bagi pengamat kasual.

Dengan mencari lokasi yang minim cahaya buatan dan memberikan waktu bagi mata untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan, pengamat memiliki peluang lebih baik untuk melihat meteor melintas.

Tidak berhenti di situ, langit Oktober masih menyimpan pertunjukan berikutnya. Hujan meteor Orionid diperkirakan mencapai puncak pada malam 21 hingga 22 Oktober.

Yang membuat fenomena ini istimewa adalah asal materialnya, yakni serpihan yang ditinggalkan oleh Komet Halley ketika melintasi wilayah Tata Surya.

Ketika Bumi melewati jalur serpihan tersebut, partikel-partikel kecil masuk ke atmosfer dan terbakar sehingga terlihat sebagai garis cahaya di langit.

Namun, pengamatan Orionid tahun ini menghadapi sedikit tantangan. Cahaya Bulan yang cukup terang berpotensi membuat sebagian meteor yang lebih redup sulit terlihat.

NASA menyarankan pengamat mencari waktu setelah Bulan terbenam, terutama beberapa jam sebelum fajar, serta memilih lokasi yang jauh dari polusi cahaya.

Selain meteor, Saturnus juga menjadi salah satu objek langit yang menarik perhatian.

Pada 4 Oktober, Saturnus mencapai posisi oposisi, kondisi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Saturnus.

Halaman Selanjutnya
img_title