TPPS Padang Berhasil Turunkan Angka Stunting Menjadi 2,1 Persen

Wakil Walikota Padang Ekos Albar
Sumber :
  • Humas Pemko Padang

Padang – Wakil Walikota Padang, Sumatera Barat, Ekos Albar mengapresiasi kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Padang yang telah berhasil menurunkan angka stunting menjadi 2,1 persen.

img_title Ratusan Atlet Panjat Tebing Perebutkan 36 Medali Emas di Ajang Porprov XVI, 4 Daerah Absen

"Tentunya kita mengapresiasi kinerja TPPS yang cukup bagus selama ini," ungkap Ekos Albar melalui siaran persnya, Kamis 16 November 2023.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun oleh DP3AP2KB Kota Padang, jumlah anak stunting di Padang saat ini hanya 1.221 anak. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.500 anak.

img_title Peringatan Dini BMKG: Pasaman Barat, Pesisir Selatan, hingga Lima Puluh Kota Berpotensi Hujan Deras Tiga Hari Kedepan

"Penurunan angka stunting ini merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas dari semua pihak yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Padang," ujar Ekos.

Ia menargetkan, sebelum akhir tahun, angka stunting di Kota Padang bisa turun menjadi 1.000 anak. Untuk mencapai target tersebut, Ekos mengajak semua pihak untuk terus memperkuat edukasi dan advokasi mengenai pentingnya upaya pencegahan stunting.

img_title Aksi Bela Palestina di HUT Sumbar ke-81 Tembus Rp1,6 Miliar, Dubes Al Sattari sampaikan Haru

"Teruslah mensosialisasikan dan mengajak seluruh keluarga untuk memberikan makanan yang bergizi, seimbang. Karena makanan bergizi sebagai salah satu upaya mencegah stunting," ajaknya.

Ia juga menjelaskan, Pemko Padang akan terus melakukan intervbayiensi untuk percepatan penurunan angka stunting, salah satunya dengan memberikan makanan sehat kepada anak stunting.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Padang Eri Sendjaya mengatakan, di kegiatan Rakor TPPS Kota Padang tersebut juga diserahkan bantuan alat antropometri untuk Posyandu yang ada di Kota Padang.

"Alat antropometri ini merupakan alat untuk mendeteksi stunting pada anak. Dengan adanya alat ini, diharapkan pengukuran tinggi dan berat badan pada anak benar-benar valid," ujar Eri Sendjaya.

Alat antropometri yang diserahkan tersebut terdiri dari timbangan injak, timbangan bayi, alat ukur tinggi badan, alat ukur panjang badan bayi dan alat ukur lingkar kepala dan lengan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati mengatakan, bantuan alat antropometri tersebut bersumber dari Kementerian Kesehatan dan DAK Tahun 2022.

"Kita mendapat bantuan alat antropometri sebanyak 691 set dari Kementerian Kesehatan. Ditambah dengan pengadaan DAK tahun 2022 sebanyak 230 set," tutup.