Penanganan Stunting di Solok Selatan Butuh Sinergi Semua Pihak

Syamsurizaldi
Sumber :
  • Diskominfo Solok Selatan

Padang – Penanganan stunting di Kabupaten Solok Selatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten semata.

img_title Ringankan Beban Orang Tua, Pemkab Solok Selatan Bagikan 2.786 Stel Seragam Gratis di Sangir Jujuan

Peran aktif keluarga, masyarakat, dan pemerintah nagari justru menjadi kunci utama dalam upaya pengentasan kasus stunting.

Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk bekerja sama secara terintegrasi.

img_title Bupati Solok Selatan Minta OPD Pacu Proyek Fisik dan Pengawasan Lapangan

"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi membutuhkan pendekatan holistik," katanya dikutip dari keterangan resminya, Jumat 29 Agustus 2025.

Menurutnya, peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, serta pola asuh yang baik, sangat krusial, terutama bagi ibu hamil dan keluarga. Akses terhadap layanan kesehatan yang memadai juga menjadi faktor penentu.

img_title Kabut Asap Makin Pekat, Pelajar Solok Selatan Pulang Lebih Awal dan Dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh

Syamsurizaldi juga mengingatkan agar pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia terus berjalan merata di seluruh nagari.

Peningkatan wawasan ini menurutnya, mencakup pola pengasuhan anak, pentingnya asupan gizi, serta pola hidup bersih dan sehat yang dapat mendukung penurunan kasus stunting.

Ia menambahkan, beberapa langkah konkret telah dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Solok Selatan, seperti pemantauan data pertumbuhan balita di posyandu oleh Dinas Kesehatan.

Hal ini bertujuan memastikan setiap balita terpantau dan segera mendapat intervensi jika dibutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Pendewal menyebutkan beberapa risiko stunting yang perlu diwaspadai, di antaranya anemia pada ibu hamil, kondisi ekonomi, pernikahan dini, serta ketersediaan jamban, sanitasi, dan akses air bersih yang layak.

Kata Pendewel, pengarahan pola asuh dalam keluarga memiliki peran krusial dalam penanganan stunting.

Untuk mengedukasi masyarakat dan keluarga, Dinas Pendidikan dan kelompok PKK di setiap nagari bekerja sama melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

Program ini tidak hanya menyediakan tempat penitipan anak, tetapi juga memberikan pendampingan pengasuhan bagi pengasuh, anak, dan orang tua.

"Langkah-langkah terpadu dan kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berdaya di Solok Selatan,"tutupnya.