Unik! Rumah Makan Padang Ini Punya Bunker Bersejarah 107 Tahun
- IST
Padang – Menikmati sepiring nasi Padang dengan siraman kuah gulai yang kental mungkin sudah biasa. Namun, bagaimana jika pengalaman kuliner tersebut dilakukan di dalam bangunan berusia lebih dari satu abad yang menyimpan rahasia perjuangan kemerdekaan? Inilah yang ditawarkan oleh Minang Eethuis, sebuah rumah makan Padang unik yang berlokasi di dalam bangunan cagar budaya berusia 107 tahun.
Rumah di bekas Koningin Emmalaan 10 (kini Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Timur, Kota Jakarta Timur) masih mempertahankan bentuk aslinya sejak 1918, lengkap dengan ornamen marmer bergambar bunga dan burung. Dikenal sebagai Villa Leonie, rumah ini diyakini dinamai untuk mengenang Léonie Ie, istri Tuan Liem Kha Tong, yang wafat pada tahun 1939. Kini, bangunan bersejarah tersebut dihidupkan kembali melalui Minang Eethuis, sebuah restoran yang memadukan cita rasa kuliner Minang dengan upaya pelestarian warisan budaya. Setiap hidangan yang disajikan tak hanya membawa kelezatan Nusantara, tetapi juga menjaga napas sejarah yang melekat di dinding-dinding Villa Leonie.
Bangunan yang kini menjadi rumah makan tersebut bukan sekadar tempat bersantap. Berdiri kokoh sejak era kolonial, arsitektur aslinya masih dipertahankan dengan sangat baik, memberikan suasana nostalgia bagi setiap pengunjung yang datang. Namun, daya tarik utama dari tempat ini bukanlah sekadar estetikanya, melainkan keberadaan sebuah bunker rahasia yang tersembunyi di bawah lantai bangunan.
Bunker di Minang Eethuis
- IST
"Kami ingin menjaga warisan sejarah ini agar tidak hilang ditelan zaman. Sambil menikmati rendang atau ayam pop, pengunjung bisa merasakan langsung aura perjuangan masa lalu," ujar pengelola Minang Eethuis.
Memasuki area bunker, pengunjung akan disambut dengan lorong sempit berdinding beton tebal yang masih asli. Meskipun kini telah ditata sedemikian rupa agar aman dikunjungi, kesan sunyi dan sakral dari tempat persembunyian pahlawan masih terasa kental. Keberadaan bunker ini menjadikan Minang Eethuis bukan sekadar destinasi pengenyang perut, melainkan museum hidup yang edukatif.