Mudik Aman di Sumbar: KAI Ingatkan Pengendara Jangan Nekat di Perlintasan Sebidang
- Padang Viva / Andri
Padang – Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengeluarkan peringatan penting bagi para pengguna jalan.
KAI mengajak masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan saat melewati perlintasan sebidang guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat berakibat fatal bagi perjalanan mudik.
Komitmen keselamatan ini tidak hanya disampaikan melalui imbauan tertulis, tetapi juga lewat aksi nyata di lapangan.
Sebelumnya, KAI Divre II Sumbar telah menyisir empat titik rawan di perlintasan sebidang, mulai dari petak jalan Padang–Tabing hingga jalur Lubuk Alung–Kayutanam, untuk memberikan edukasi langsung kepada warga sekitar dan pengendara yang melintas.
Teranyar, pada Senin (16/3), tim KAI kembali turun ke jalan dengan menggandeng komunitas pecinta kereta api Sumatrain dan Transport for Padang.
Aksi simpatik ini dipusatkan di Perlintasan Tarandam, sebuah titik sibuk di petak jalan Padang–Pulau Air yang selalu padat oleh kendaraan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam sosialisasi tersebut, petugas menggunakan pengeras suara untuk mengingatkan pengendara agar tidak menerobos jalur.
Spanduk dan stiker bertajuk “Berhenti Sejenak, Tengok Kanan Kiri, Pastikan Kondisi Aman, Lanjutkan Perjalanan” dibagikan sebagai pengingat visual agar masyarakat selalu mendahulukan kereta api yang sedang melintas.
Menariknya, aksi ini juga dibalut dengan semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Sembari memberikan edukasi keselamatan, para petugas dan relawan membagikan takjil serta suvenir kepada pengendara yang tertib.
Langkah ini diambil agar pesan keselamatan dapat diterima dengan cara yang lebih hangat dan menyentuh hati masyarakat.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 ini, pihaknya telah melakukan lima kali sosialisasi intensif.
Edukasi tidak hanya menyasar jalan raya, tetapi juga menyambangi sekolah-sekolah di sekitar jalur rel agar kesadaran akan bahaya kereta api tertanam sejak dini.
“Kami ingin menekankan bahwa palang pintu hanyalah alat bantu. Keselamatan yang hakiki sebenarnya ada pada kedisiplinan pengguna jalan. Klakson masinis atau semboyan 40 sudah dibunyikan, namun semua itu tidak akan berarti jika pengendara tetap memaksa melintas saat kereta sudah dekat,” kata Reza dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 17 Maret 2026.