Harga Cabai di Padang Panjang Kompak Turun Drastis
- pixabay
Padang – Kabar sejuk menghampiri dapur warga Kota Serambi Mekkah. Memasuki minggu kedua April 2026, harga sejumlah komoditas cabai di pasar-pasar tradisional Padang Panjang terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Fenomena ini tentu menjadi angin segar bagi para ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner yang sempat tertekan harga pangan selama periode Idulfitri.
Penurunan harga ini terjadi merata pada hampir seluruh jenis cabai, mulai dari cabai merah, cabai hijau, hingga cabai rawit.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi menjadi faktor utama yang membuat harga "si pedas" ini kembali bersahabat dengan kantong masyarakat.
Analis Perekonomian Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko, mengungkapkan bahwa cabai hijau mencatatkan penurunan paling tajam.
Harganya anjlok sebesar Rp8.000, dari yang semula berada di kisaran Rp43.333 kini hanya Rp35.333 per kilogram. Sebuah penurunan yang cukup terasa bagi konsumen yang mengandalkan komoditas ini.
Tak ketinggalan, cabai rawit juga ikut mendingin dengan penurunan harga sebesar Rp3.350, kini dibanderol di angka Rp34.500 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah yang menjadi kebutuhan harian utama warga, turun ke angka Rp33.167 per kilogram.
Kondisi ini dipicu oleh mulai normalnya aktivitas petani di daerah produsen pasca-libur panjang.
"Peningkatan pasokan dari berbagai daerah sentra produksi menjadi alasan kuat di balik tren penurunan ini. Selain itu, tingkat permintaan masyarakat juga cenderung melandai setelah melewati puncak konsumsi saat periode Lebaran kemarin," jelas Chandra Erfiko dikutip dari keterangan tertulis, Senin 13 April 2026.
Selain kelompok cabai, beberapa bahan pangan lainnya juga ikut turun harga. Daging ayam broiler kini bisa ditebus dengan harga Rp33.415 per kilogram, diikuti penurunan harga bawang daun dan seledri.
Bahkan, harga seledri terjun bebas dengan selisih mencapai Rp7.700, menjadikannya salah satu penurunan komoditas sayuran paling besar pekan ini.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada terhadap kenaikan harga pada beberapa barang lainnya.
Beras kualitas premium (cap Pamanukan), daging sapi, hingga minyak goreng kemasan kelas atas terpantau masih mengalami kenaikan tipis.
Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara stok dan permintaan belum sepenuhnya stabil di pasar.
Satu komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah ikan asin teri yang harganya melonjak hingga Rp20.000 menjadi Rp125.000 per kilogram.
Kenaikan drastis ini rupanya bukan tanpa alasan faktor cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut membuat para nelayan kesulitan melaut, sementara permintaan di pasar tetap tinggi.
Untuk komoditas pokok lainnya seperti gula pasir, telur ayam ras, dan bawang merah, harganya terpantau masih relatif stabil.
Tim pengendalian inflasi daerah terus memantau pergerakan harga ini agar tetap terjaga dan tidak menimbulkan gejolak ekonomi yang berarti bagi warga Padang Panjang.
Pemerintah kota berharap tren penurunan harga cabai ini dapat terus berlanjut seiring dengan lancarnya jalur distribusi dan ketersediaan stok di tingkat petani.
Warga pun diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan agar stabilitas harga di pasar tradisional tetap terjaga dengan baik.