Pemko Padang dan Dompet Dhuafa Jalin Kerja Sama Strategis Revitalisasi Wisata dan UMKM
- Pemko Padang
Padang – Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung khidmat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa kemarin..
Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan di Kota Padang.
Salah satu poin krusial dalam kerja sama tersebut adalah rencana pengelolaan Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) di kawasan Pantai Padang serta penataan menyeluruh bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Pantai Air Manis.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setdako Padang, Feri Mulyani Hamid, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengembangkan potensi UMKM.
Selain sektor ekonomi, kemitraan ini direncanakan akan merambah hingga ke bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat.
"Kami dari Pemko Padang sangat mengapresiasi inisiatif Dompet Dhuafa. Fokus utama kita adalah meningkatkan kualitas Pujasera di kawasan Pantai Air Manis serta kawasan Muaro," ujar Feri, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 6 Mei 2026.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menjelaskan bahwa sinergi ini juga melibatkan Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya melalui program Mufakat yang didukung oleh sembilan BMT.
Program inovatif ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses modal bagi para pedagang.
Salah satu keunggulan dari program Mufakat adalah pemberian fasilitas pinjaman yang benar-benar meringankan, yakni tanpa bunga dan tanpa margin.
Skema ini diharapkan dapat menjadi oase bagi pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan modal usaha dengan cara yang adil dan memberdayakan.
Pemerintah dan Dompet Dhuafa memberikan prioritas utama program ini bagi para pelaku UMKM dan pedagang kecil yang menjadi penyintas bencana.
Khususnya, bagi mereka yang usahanya terdampak langsung oleh musibah banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah setempat beberapa waktu lalu.
Rencana aksi nyata akan diwujudkan melalui renovasi dan perbaikan sarana ekowisata yang rusak akibat bencana.
Hal ini dilakukan agar aktivitas usaha masyarakat dapat kembali pulih dengan cepat, sejalan dengan program pemberdayaan di bidang sosial, dakwah, kesehatan, dan pendidikan di Sumatera Barat.