211 Petugas Sensus Dikerahkan Untuk Data Sektor UMKM di Solsel

Pelaksanaan Sensus 2026
Sumber :
  • Kominfo Solsel

Padang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

img_title Meneladani Kisah dan Karisma Buya Hamka, Ulama yang Menginspirasi Lintas Generasi

Momentum pencanangan ini sekaligus menandai dimulainya proses pendataan akbar di seluruh wilayah Kabupaten Solok Selatan.

Agenda nasional ini dijadwalkan berlangsung secara berkala selama beberapa bulan ke depan, terhitung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

img_title Hari Santri Nasional 2026 di Solok Selatan: Bupati Khairunas Tegaskan Peran Santri Jaga Akhlak dan Bangun Bangsa

Mengingat pentingnya akurasi data yang dihasilkan, Bupati Solok Selatan, Khairunas, memberikan atensi khusus pada agenda strategis sepuluh tahun sekali ini.

Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku usaha mikro hingga makro, untuk menyukseskan pelaksanaan lapangan dengan cara berpartisipasi aktif serta memberikan informasi yang valid.

img_title Legislator Sumbar Soroti Sawit Ilegal di Bekas Karhutla Dharmasraya: Jangan Dianggap Sepele!

Khairunas menekankan bahwa keterbukaan dari para pelaku usaha merupakan kunci utama keberhasilan program ini.

Masyarakat diminta menyambut baik kedatangan petugas dan memberikan data secara jujur serta objektif sesuai dengan kondisi riil di lapangan, tanpa ada hal-hal strategis yang ditutupi demi kepentingan bersama.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi, dan pelaku usaha di Solok Selatan untuk mendukung penuh partisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi ini. Berikanlah data yang lengkap, akurat, dan jujur kepada petugas sensus yang datang," ujar Khairunas dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 23 Juni 2026.

Bupati menambahkan bahwa sensus ini bukan sekadar rutinitas statistik belaka, melainkan instrumen penting untuk menghasilkan basis data ekonomi secara lengkap dan mutakhir.

Data yang terkumpul nantinya akan diproyeksikan sebagai kompas atau dasar utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah hingga nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, memaparkan skala cakupan dari pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun ini.

Ia menjelaskan bahwa proses pendataan akan menyisir seluruh jenis industri yang bergerak di wilayah Sumbar, tanpa terkecuali, guna memetakan potensi ekonomi daerah secara utuh.

"Sensus Ekonomi ini merupakan pendataan lengkap terhadap berbagai sektor dan berbagai skala industri, termasuk sektor UMKM hingga unit usaha terkecil di tingkat keluarga. Pendataan ini berjalan secara door-to-door, di mana petugas resmi dari BPS akan datang langsung berkunjung," urai Nurul Hasanudin.

Guna memaksimalkan jangkauan pendataan di wilayah Solok Selatan yang topografinya cukup menantang, pihak BPS telah menyiagakan kekuatan personel yang mumpuni.

Sebanyak 211 orang petugas sensus lapangan bersertifikat diterjunkan langsung ke setiap rumah dan pusat pertokoan milik warga untuk melakukan wawancara serta pencatatan terintegrasi.

Seluruh petugas lapangan tersebut dipastikan telah melalui tahapan ketat, mulai dari proses seleksi administrasi hingga pembinaan kompetensi teknis langsung oleh BPS Solok Selatan.

Pembekalan tersebut komprehensif dilakukan agar para petugas mampu menyelenggarakan proses pendataan secara profesional, santun, dan menjaga kerahasiaan data responden.

Sebagai bentuk legalitas dan penguatan komitmen lintas instansi, kegiatan pencanangan ini ditutup dengan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemkab dan BPS Solok Selatan.

Kerja sama yang ditandatangani langsung oleh Bupati Khairunas dan Kepala BPS Solok Selatan, Robby, ini fokus pada penyediaan, pemanfaatan, serta pengelolaan informasi data mikro demi percepatan pembangunan daerah.