Emping Melinjo dan Asam Urat, Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyantapnya
- klikdokter
Padang – Emping melinjo merupakan salah satu kerupuk tradisional yang banyak digemari masyarakat Indonesia.
Cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat emping kerap dijadikan pelengkap berbagai hidangan, mulai dari nasi hingga makanan berkuah.
Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi emping melinjo perlu diperhatikan oleh orang yang memiliki kadar asam urat tinggi.
Bahan utama emping adalah biji melinjo yang diketahui mengandung purin. Purin merupakan senyawa yang ketika dipecah oleh tubuh akan menghasilkan asam urat.
Karena itu, konsumsi makanan dengan kandungan purin cukup tinggi dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kadar asam urat, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Bagi orang yang sensitif terhadap peningkatan kadar asam urat, konsumsi makanan tinggi purin dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Kadar asam urat yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terbentuknya kristal di persendian dan memicu keluhan seperti nyeri, bengkak, kemerahan, atau rasa kaku.
Emping melinjo juga sering dikonsumsi dalam bentuk yang telah digoreng. Proses penggorengan membuat kerupuk menjadi renyah dan lebih gurih, tetapi sekaligus meningkatkan kandungan kalori karena menyerap minyak.
Jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah banyak, asupan kalori serta lemak dapat ikut meningkat.
Meski demikian, bukan berarti setiap orang harus sepenuhnya menghindari emping melinjo.
Risiko dari suatu makanan juga dipengaruhi oleh jumlah yang dikonsumsi, pola makan secara keseluruhan, serta kondisi kesehatan masing-masing orang.
Bagi orang yang memiliki masalah asam urat, pengaturan porsi menjadi salah satu hal penting.
Masyarakat yang tetap ingin menikmati emping sebaiknya mengonsumsinya dalam jumlah terbatas.
Tidak perlu menjadikan emping sebagai camilan dalam jumlah besar atau mengonsumsinya setiap hari.
Porsi kecil sebagai pelengkap makanan dapat menjadi pilihan yang lebih bijak dibandingkan makan emping secara berlebihan.
Ketika sedang mengalami serangan atau kadar asam urat sedang tinggi, pilihan paling aman adalah menghindari makanan yang diketahui dapat memperburuk kondisi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pengaturan pola makan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dengan menghilangkan satu jenis makanan dari menu harian.
Selain memperhatikan makanan, menjaga kecukupan cairan juga penting bagi kesehatan tubuh dan fungsi ginjal.