Putri Malu, Tanaman Berduri yang Menyimpan Beragam Potensi Khasiat
- Alodokter
Padang – Tanaman putri malu Mimosa pudica mudah ditemukan di halaman, pinggir jalan, kebun, hingga lahan terbuka.
Tanaman berduri ini memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali, yakni daun yang mengatup dan merunduk ketika disentuh.
Di balik penampilannya yang sederhana, putri malu telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menjadi objek berbagai penelitian mengenai kandungan serta aktivitas biologisnya.
Putri malu termasuk tanaman yang memiliki banyak senyawa metabolit sekunder.
Sejumlah kajian melaporkan adanya flavonoid, tanin, terpenoid, steroid, glikosida flavonoid, serta alkaloid termasuk senyawa mimosin.
Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan tanaman ini menarik perhatian sebagai sumber bahan alami yang berpotensi dikembangkan untuk keperluan kesehatan.
Salah satu potensi yang banyak dikaji adalah aktivitas antioksidan.
Senyawa antioksidan membantu menangkal radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif di dalam tubuh.
Penelitian mengenai Mimosa pudica menunjukkan adanya aktivitas biologis dari berbagai ekstrak tanaman tersebut, meskipun hasil penelitian laboratorium belum dapat langsung disamakan dengan manfaat klinis pada manusia.
Putri malu juga memiliki potensi antiradang dan pereda nyeri. Sejumlah penelitian praklinis melaporkan aktivitas anti-inflamasi dan antinociceptive pada bagian tanaman tertentu.
Kandungan flavonoid sendiri memang diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis yang berkaitan dengan respons peradangan, tetapi efektivitas putri malu sebagai terapi pada manusia masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat.
Dalam pengobatan tradisional, putri malu juga digunakan untuk membantu menangani luka dan sejumlah gangguan kulit. Beberapa kajian etnomedisin mencatat penggunaan tanaman ini pada luka, bisul, dan kondisi kulit tertentu.
Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa tanaman liar yang kerap dianggap gulma ternyata memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional di berbagai wilayah.
Potensi lainnya berkaitan dengan ketenangan dan gangguan tidur.
Dalam sejumlah tradisi pengobatan, putri malu digunakan untuk keluhan seperti insomnia, kecemasan, dan gangguan saraf.
Penelitian pada hewan juga menemukan efek yang menyerupai aktivitas ansiolitik dan antidepresan pada ekstrak tertentu, tetapi temuan tersebut belum cukup untuk menjadikan putri malu sebagai obat insomnia atau gangguan kecemasan pada manusia.
Tanaman ini juga sering disebut memiliki potensi membantu mengendalikan kadar gula darah. Sejumlah penelitian praklinis memang telah menguji aktivitas putri malu berkaitan dengan metabolisme glukosa.