Mirip tapi Berbeda, Ini Kemiripan Suku Minangkabau dan Suku Mosuo di Tiongkok

suku mosuo
Sumber :
  • grid.ID

Padang –Suku Minangkabau di Indonesia dan Suku Mosuo di Tiongkok memiliki keunikan budaya yang menarik perhatian.

img_title Kelurahan Ganting Gelar Pesta Seni Budaya dan Makan Bajamba

Meski hidup di wilayah dan lingkungan budaya yang berbeda, keduanya sama-sama dikenal memiliki sistem kekerabatan yang menempatkan garis keturunan ibu sebagai bagian penting dalam kehidupan keluarga.

Kemiripan paling menonjol terlihat dari sistem matrilineal.

Dalam masyarakat Minangkabau, keturunan, suku, dan harta pusaka tinggi mengikuti garis ibu. Anak-anak menjadi bagian dari kaum ibunya.

img_title Sentra Tenun Lintau Buo Dibidik Menjadi Pusat Inovasi dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Tanah Datar

Pola serupa juga dikenal dalam masyarakat Mosuo, di mana hubungan kekerabatan ditarik melalui pihak perempuan.

Perempuan juga memiliki posisi penting dalam kehidupan keluarga kedua masyarakat tersebut.

Dalam lingkungan keluarga Minangkabau, perempuan dari garis keturunan ibu memiliki peran penting dalam keberlangsungan kaum dan pengelolaan harta pusaka.

img_title 5 Fakta Unik Suku Minangkabau, dari Sistem Matrilineal hingga Tradisi Merantau

Sementara pada masyarakat Mosuo, perempuan senior dalam keluarga menjadi figur penting dalam pengambilan keputusan rumah tangga.

Kemiripan lainnya dapat dilihat dari pola kehidupan keluarga besar.

Dalam tradisi Minangkabau, Rumah Gadang secara historis menjadi tempat berkumpulnya anggota keluarga yang berasal dari satu garis keturunan ibu.

Kehidupan bersama dalam satu lingkungan keluarga besar juga menjadi ciri yang dikenal dalam masyarakat Mosuo.

Meski sama-sama memiliki garis keturunan ibu, kedudukan laki-laki tetap memiliki peran dalam kedua masyarakat.

Dalam adat Minangkabau, laki-laki dari garis ibu memiliki posisi penting sebagai mamak yang bertanggung jawab membimbing kemenakan dan terlibat dalam urusan kaum.

Artinya, sistem matrilineal tidak berarti seluruh peran laki-laki dihilangkan.

Dalam kehidupan perkawinan, kedua budaya justru menunjukkan perbedaan yang cukup jelas.

Minangkabau mengenal perkawinan yang sah menurut agama Islam dan adat.

Setelah menikah, seorang laki-laki dikenal sebagai sumando di keluarga istrinya.

Sementara masyarakat Mosuo secara tradisional dikenal dengan praktik walking marriage, ketika pasangan tidak harus membentuk rumah tangga suami-istri dalam satu rumah seperti model perkawinan pada umumnya.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kesamaan garis keturunan tidak otomatis berarti seluruh sistem sosialnya sama.

Minangkabau menjalankan sistem matrilineal yang berkembang berdampingan dengan ajaran Islam dan adat Minangkabau.

Halaman Selanjutnya
img_title