Kelurahan Ganting Gelar Pesta Seni Budaya dan Makan Bajamba
- Kominfo Padang Panjang
Padang – Beragam cara dilakukan masyarakat dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT), Kota Padang Panjang, peringatan kemerdekaan diisi dengan pagelaran seni dan budaya lokal pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) bersama berbagai unsur kelembagaan kelurahan tersebut menjadi ruang terbuka untuk mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan nilai-nilai tradisi Minangkabau.
Lurah Ganting, Rahmad Haikal, mengungkapkan bahwa rangkaian semarak kemerdekaan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata dari aspirasi warga. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil usulan langsung masyarakat yang ditampung melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2025.
“Kegiatan ini diikuti oleh partisipasi aktif masyarakat dari 14 RT. Kami juga melibatkan seluruh elemen penting nagari, mulai dari Niniak Mamak, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di Kelurahan Ganting,” ujar Rahmad Haikal di sela-sela acara.
Rangkaian perayaan dibuka dengan tradisi Makan Bajamba yang berlangsung khidmat di Hall Kantor Lurah Ganting. Tradisi makan bersama dalam satu wadah besar ini diikuti oleh unsur Niniak Mamak, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, serta para perwakilan warga. Setiap RT mengirimkan 10 orang utusan, sehingga total peserta yang duduk bersama menikmati hidangan mencapai 140 orang. Selain memelihara warisan leluhur, prosesi ini efektif menjadi sarana silaturahmi untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan gotong royong antarwarga.
Suasana semarak berlanjut seusai santap bersama. Bertempat di halaman SD 07 Padang Panjang Timur, panggung hiburan diisi dengan kompetisi solo song antar-RT. Setiap RT mengirimkan dua perwakilan terbaiknya untuk membawakan satu lagu wajib nasional dan satu lagu pilihan daerah. Dewan juri menilai para peserta berdasarkan teknik vokal, penampilan di atas panggung, hingga penghayatan materi lagu.
Tidak hanya fokus pada bidang seni suara dan tradisi adult, keceriaan kemerdekaan juga menyasar anak-anak melalui turnamen sepak bola antar-Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Sebanyak empat TPA bertanding memperebutkan gelar juara dengan penuh semangat sportsmanship. Kehadiran kompetisi ini membuat semarak peringatan kemerdekaan terasa merata dan melibatkan seluruh lapisan kelompok usia.
Kehadiran kegiatan kebudayaan ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Iga Ramadhani (29), salah seorang warga Ganting, menekankan pentingnya penyelenggaraan acara seni budaya seperti ini untuk membentengi identitas lokal. Menurutnya, ajang ini menjadi media edukasi yang sangat efektif untuk mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal Nagari Gunuang kepada generasi muda agar tidak tergerus arus modernisasi.
“Kegiatan seperti ini sangat penting. Tujuannya melestarikan budaya Nagari Gunuang agar anak-anak dan remaja di sini mengenal, memahami, dan bangga akan identitas budaya mereka sendiri,” tutur Iga.
Kemeriahan pesta rakyat di Kelurahan Ganting ditutup pada Sabtu malam melalui pertunjukan Kesenian Irama Minang (KIM). Ratusan warga tampak antusias berkumpul menikmati permainan musik khas Minang tersebut hingga akhir acara. Melalui suksesnya perhelatan ini, masyarakat Kelurahan Ganting berharap nilai-nilai semangat kemerdekaan dapat terus dirawat dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari melalui jiwa gotong royong, kecintaan pada adat, serta kebersamaan yang kokoh.