Batagak Kudo-Kudo, Dari Membangun Rumah hingga Menguatkan Persaudaraan

Batagak Kudo-Kudo
Sumber :
  • RRI

Padang – Membangun rumah bukan sekadar mendirikan sebuah bangunan. Bagi masyarakat Minangkabau, proses tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama.

img_title Oven Tangkring, Peralatan Dapur Jadul yang Masih Dicari hingga Sekarang

Salah satu tradisi yang menggambarkan kuatnya semangat kebersamaan itu adalah batagak kudo-kudo, yakni kegiatan ketika rangka bagian atas atau kuda-kuda atap rumah mulai ditegakkan.

Batagak kudo-kudo dikenal sebagai salah satu tradisi gotong royong masyarakat Minangkabau, terutama di Padang Pariaman.

Saat pembangunan rumah atau surau telah sampai pada tahap pemasangan kuda-kuda, keluarga yang sedang membangun biasanya mengundang sanak saudara, kerabat dan masyarakat sekitar untuk datang membantu.

img_title Bonsai, Tanaman Hias Unik yang Bikin Rumah Lebih Estetik dan Menawan

Momen tersebut kemudian menjadi kegiatan bersama yang tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan bangunan.

Dalam pelaksanaannya, bantuan masyarakat dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Tidak sedikit kerabat atau warga yang datang membawa bahan bangunan sesuai kemampuan, seperti semen, seng, besi dan kebutuhan lainnya.

Sumbangan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga yang sedang membangun, sekaligus menunjukkan bahwa beban pembangunan dapat terasa lebih ringan ketika dikerjakan secara bersama-sama.

Keunikan batagak kudo-kudo juga terlihat dari suasana kekeluargaan yang menyertainya. Kedatangan warga tidak hanya untuk bekerja, tetapi juga menjadi kesempatan bertemu, berbincang dan mempererat silaturahmi.

img_title Malam Baretong, Tradisi Unik Adat Pariaman dalam Menghitung Biaya Pesta Pernikahan

Di tengah aktivitas pembangunan, hubungan sosial antarkeluarga dan masyarakat semakin dekat karena setiap orang mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.

Tradisi ini juga identik dengan kegiatan makan bersama. Di lokasi pembangunan, kaum perempuan biasanya ikut bergotong royong menyiapkan makanan untuk orang-orang yang bekerja.

Suasananya dapat menyerupai baralek, ketika dapur menjadi tempat berkumpul dan berbagai masakan disiapkan untuk menjamu keluarga serta masyarakat yang hadir.

Bagi masyarakat Minangkabau, keberadaan tradisi seperti ini memperlihatkan bahwa rumah bukan hanya dipandang sebagai tempat tinggal pribadi.

Pembangunannya dapat menjadi bagian dari kehidupan sosial yang melibatkan keluarga besar dan lingkungan sekitar. Ada rasa saling membantu, saling menghargai dan kepedulian yang tumbuh melalui kegiatan sederhana tersebut.

Batagak kudo-kudo juga mencerminkan kuatnya prinsip gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

Ketika seseorang membutuhkan bantuan, masyarakat turun tangan tanpa harus menunggu semuanya dibalas dalam bentuk yang sama. Hari ini membantu orang lain, pada kesempatan berbeda bisa jadi orang lain pula yang datang membantu ketika membutuhkan.

Tradisi batagak kudo-kudo bahkan telah tercatat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yang menunjukkan bahwa praktik tersebut memiliki nilai penting dalam kehidupan budaya masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title