Dukung Program Tiga Juta Rumah, Pemkab Solok Selatan Buka Pendataan Perumahan Subsidi
- Pemkab Solsel
Padang – Masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang hingga saat ini belum memiliki hunian tetap kini mendapatkan kesempatan emas untuk memiliki rumah impian. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bergerak memfasilitasi penyediaan perumahan subsidi bagi warga setempat.
Penyediaan hunian murah ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap program strategis nasional pembuatan tiga juta rumah yang diusung oleh pemerintah pusat.
Bagi masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi dan mendapatkan fasilitas rumah murah ini, pemerintah telah membuka akses pendataan awal secara daring. Warga dapat mengisi formulir pendaftaran melalui tautan resmi https://bit.ly/4vTbYyi.
Dalam form pendaftaran online tersebut, masyarakat diminta mengisi sejumlah dokumen identitas diri, jenis pekerjaan, alamat domisili, hingga besaran penghasilan per bulan.
Selain data diri, calon pendaftar wajib mencantumkan informasi mengenai status kepemilikan rumah yang ditinggali saat ini. Masyarakat juga diminta mengunggah surat pernyataan berminat untuk mengikuti program perumahan subsidi.
Pemerintah daerah memberikan catatan bahwa proses pengisian formulir pendataan ini tidak otomatis membuat masyarakat langsung mendapatkan unit rumah. Data yang terkumpul akan diolah untuk mengukur realisasi jumlah kebutuhan rumah di Solok Selatan.
Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi basis data utama bagi pemkab untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait, perbankan, dan pihak pengembang (developer).
Masyarakat diimbau untuk bergerak cepat karena batas waktu pengisian data dibatasi hingga 15 Juli 2026. Kedisiplinan warga mengisi formulir sebelum tenggat waktu sangat penting agar data kebutuhan rumah terpeta dengan akurat.
Mengenai lokasi pembangunan, kompleks perumahan subsidi yang difasilitasi oleh pemerintah ini dipusatkan di kawasan Golden Arm, Kecamatan Sangir.
Hunian yang disiapkan nantinya mengusung konsep rumah tapak. Pemerintah kabupaten menanggung penyediaan lahan pembangunan, sehingga harga jual unit rumah dipastikan jauh lebih terjangkau karena tidak lagi memperhitungkan komponen biaya pembelian tanah.
Guna semakin meringankan cicilan masyarakat, penyediaan hunian ini rencananya menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari BP Tapera. Skema ini memastikan suku bunga angsuran tetap rendah dan terjangkau bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).