Megaloman dan Ultraman Terlihat Mirip, Tapi Ternyata Berbeda Jauh

Ultramen Leo
Sumber :
  • ultra.fandom

Padang –Bagi penonton Indonesia yang tumbuh dengan tontonan superhero Jepang, sosok Megaloman mungkin sekilas mengingatkan pada Ultraman.

img_title Rindu dan Kangen, Apa Bedanya? Sama-Sama Ingin Bertemu, Ternyata Nuansanya Berbeda

Keduanya sama-sama tampil sebagai pahlawan berukuran raksasa yang bertarung menghadapi monster dan menyelamatkan Bumi.

Kemiripan inilah yang kemudian membuat Megaloman pada masanya kerap dianggap sebagai Ultraman Gondrong atau bahkan kakek buyut Ultraman.

Namun, anggapan tersebut ternyata tidak benar.

img_title Kajian Fenomenologi Megaloman: Mengungkap Pengalaman Hidup dan Imajinasi Anak-Anak Era 80-an

Megaloman dan Ultraman merupakan dua karakter yang berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan resmi dalam hal produksi maupun cerita.

Keduanya memang sama-sama berada dalam genre Kyodai Hero, tetapi berasal dari studio dan pencipta yang berbeda sehingga tidak bisa dianggap sebagai bagian dari satu keluarga superhero.

Megaloman hadir melalui serial tokusatsu Jepang yang diproduksi pada 1979. Karakter tersebut diciptakan oleh Tetsu Kariya dan diproduksi oleh Toho Studios.

img_title Analisis Semiotika Serial Kartun Megaloman: Membedah Makna Tanda dan Simbol Rambut Api Pahlawan Era 80-an

Sementara itu, Ultraman sudah lebih dahulu dikenal melalui serial Ultraman yang tayang pada 1966 dan dikembangkan oleh Tsuburaya Productions.

Perbedaan asal-usul tersebut menjadi salah satu fakta penting yang sering tertutup oleh kemiripan penampilan.

Jika Ultraman memiliki identitas dan mitologi tersendiri yang berkembang menjadi waralaba besar, Megaloman mempunyai dunia cerita sendiri dengan Takeshi Shishido sebagai tokoh manusia yang dapat berubah menjadi sang pahlawan.

Dari sisi kekuatan pun Megaloman mempunyai ciri khas yang membuatnya mudah dikenali.

Salah satu kemampuan paling unik adalah rambut panjangnya yang dapat mengeluarkan api dan digunakan sebagai senjata.

Rambut tersebut menjadi bagian penting dalam aksi pertarungannya, sehingga penampilannya terlihat sangat berbeda dibandingkan superhero raksasa lainnya.

Kemiripan Megaloman dengan Ultraman kemungkinan semakin terasa bagi penonton karena keduanya sama-sama menghadapi monster berukuran besar dalam format tokusatsu.

Adegan pertarungan manusia raksasa melawan monster juga menjadi daya tarik utama genre Kyodai Hero. Namun, kesamaan formula tersebut tidak berarti kedua karakter mempunyai hubungan produksi.

Di Indonesia, kesalahpahaman mengenai hubungan Megaloman dan Ultraman juga tidak bisa dilepaskan dari pengalaman menonton generasi lama.

Megaloman pernah dikenal melalui berbagai format video, termasuk kaset video dan media rekaman lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title