Kenali 7 Tanda Usus Sehat, dari BAB Teratur hingga Perut yang Nyaman
- Popmama
Padang –Kesehatan usus memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan.
Salah satu cara sederhana untuk mengenalinya adalah dengan memperhatikan kebiasaan buang air besar (BAB), kondisi perut, hingga perubahan energi dan daya tahan tubuh sehari-hari.
Usus yang sehat umumnya bekerja secara teratur tanpa menimbulkan keluhan pencernaan yang mengganggu.
Tanda yang paling mudah diamati adalah BAB yang berlangsung teratur dan lancar.
Frekuensi BAB setiap orang memang dapat berbeda, tetapi secara umum berkisar antara beberapa kali dalam seminggu hingga sekali sehari.
Yang lebih penting, prosesnya berlangsung nyaman, tidak terasa sakit, dan tidak membutuhkan mengejan secara berlebihan.
Selain frekuensinya, bentuk dan warna feses juga dapat menjadi petunjuk kondisi pencernaan.
Feses yang normal umumnya berwarna cokelat, bertekstur lunak tetapi tetap padat, serta relatif mudah dikeluarkan.
Perubahan yang berlangsung terus-menerus, terutama jika disertai keluhan lain, sebaiknya tidak diabaikan.
Usus yang sehat juga biasanya membuat perut terasa nyaman.
Kembung sesekali merupakan hal yang wajar, tetapi kembung berlebihan, kram hebat, atau nyeri perut yang terus mengganggu aktivitas dapat menjadi tanda adanya masalah pencernaan.
Karena itu, perubahan yang menetap perlu diperhatikan dan bila perlu diperiksakan.
Buang angin atau kentut juga merupakan bagian normal dari proses pencernaan.
Gas terbentuk ketika makanan dicerna dan aktivitas bakteri di dalam usus berlangsung.
Selama tidak disertai nyeri atau keluhan berlebihan, buang angin dalam jumlah yang wajar bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Kondisi usus juga berkaitan dengan kemampuan tubuh memperoleh zat gizi dari makanan.
Ketika sistem pencernaan bekerja dengan baik, seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi energi yang relatif stabil.
Sebaliknya, keluhan pencernaan yang terus-menerus dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas.
Di dalam usus terdapat triliunan mikroorganisme yang membentuk mikrobioma usus. Keseimbangan mikroorganisme ini berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu proses pencernaan dan berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh.
Karena itu, menjaga kesehatan usus tidak hanya berkaitan dengan kelancaran BAB, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Hubungan antara usus dan suasana hati juga menjadi perhatian dalam dunia kesehatan. Komunikasi antara saluran pencernaan dan otak dikenal sebagai sumbu usus-otak atau gut-brain axis.