Apa Hubungan Dopamin dengan Parkinson? Ini Penjelasannya

dopamin parkinson
Sumber :
  • jhon hopkins medicine

Padang –Parkinson merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif yang berkaitan erat dengan dopamin, yaitu zat kimia pembawa pesan atau neurotransmiter yang berperan penting dalam mengatur gerakan tubuh.

img_title Tahukah Kamu? Dopamin Dibuat Alami oleh Otak, Ini Makanan dan Kebiasaan yang Mendukungnya

Ketika kadar dopamin di bagian tertentu otak menurun akibat kerusakan sel saraf, berbagai gangguan gerak yang menjadi ciri Parkinson dapat muncul.

Dopamin terutama diproduksi oleh sel-sel saraf di area otak yang disebut substantia nigra.

Selanjutnya, dopamin membantu menyampaikan sinyal ke bagian otak lain, termasuk corpus striatum, yang terlibat dalam pengaturan gerakan agar dapat berlangsung secara halus dan terkoordinasi.

Pada Parkinson, sel-sel saraf penghasil dopamin di substantia nigra mengalami kerusakan dan kehilangan fungsi.

img_title Jangan Makan Saat Marah! Riset Ungkap Emosi Ternyata Bisa Mengubah Rasa Masakan Jadi Hambar

Akibatnya, jumlah dopamin yang tersedia untuk membantu mengatur sirkuit gerak di otak semakin berkurang.

NINDS menyebutkan bahwa pada banyak penderita, sebagian besar sel penghasil dopamin tersebut telah hilang ketika gejala Parkinson mulai terlihat.

Penurunan dopamin kemudian memengaruhi cara otak mengendalikan gerakan.

img_title Meditasi dalam Setiap Tusukan: Bagaimana Merajut Menjadi 'Obat' Ampuh Mengatasi Kecemasan Digital

Sinyal saraf dalam rangkaian pengatur gerak menjadi tidak normal sehingga seseorang dapat mengalami bradikinesia atau gerakan yang melambat, tremor saat istirahat, kekakuan otot, serta gangguan keseimbangan dan postur.

Inilah alasan mengapa dopamin menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan gejala Parkinson.

Salah satu obat yang telah lama digunakan adalah Levodopa atau L-DOPA, yaitu molekul yang dapat diubah tubuh menjadi dopamin.

Levodopa membantu meningkatkan ketersediaan dopamin di otak sehingga pada banyak pasien dapat memperbaiki gejala motorik.

Namun, levodopa bukan berarti dapat menghentikan proses Parkinson. Obat tersebut terutama digunakan untuk membantu mengendalikan gejala.

Seiring penyakit berkembang, respons terhadap obat dapat mengalami perubahan, termasuk munculnya periode ketika manfaat obat berkurang atau terjadi gerakan tidak terkendali yang disebut dyskinesia.

Menariknya, tidak semua gejala Parkinson dapat dijelaskan hanya oleh kekurangan dopamin.

Sejumlah gangguan yang muncul pada tahap lebih lanjut, termasuk sebagian masalah berjalan, keseimbangan, kognitif, dan fungsi otomatis tubuh, dapat melibatkan mekanisme saraf lain di luar sistem dopamin.

Karena itu, Parkinson bukan sekadar persoalan dopamin rendah.

Halaman Selanjutnya
img_title