Seorang Polisi Jadi Pegiat Maggot di Padang Panjang

Ipda. M. Affandi atau Pegiat Maggot di Kota Padang Panjang.
Sumber :
  • Diskominfo

Padang – Berprofesi sebagai polisi yang kini bertugas di Polsek X Koto wilayah hukum Polres Padang Panjang, tak menghambat niat Ipda. M. Affandi menjadi pegiat magot di Kota Padang Panjang.

img_title Maggot BSF, Ubah Sampah Organik Menjadi Pakan Ternak dan Pupuk Bernilai Ekonomi

Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung, merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa latin.

Affandi sudah mulai membudayakan maggot sekitar lebih kurang satu bulan. Awalnya didasari keinginannya untuk membuat pelet atau pakan lele organik dengan bahan baku maggot tersebut.

img_title Budidaya Maggot: Solusi Limbah Organik dan Pakan Ternak Berprotein Tinggi

Budidaya ini diawali Affandi dengan mengumpulkan sampah organik seperti sampah dapur, kulit buah, buah busuk, sayuran busuk dan sisa makanan sebagai bahan makanan bagi maggot. 

Hampir semua lini aktivitas sehari-hari menghasilkan limbah dan sampah. Sampah pun menjadi ancaman serius bagi masyarakat. 

img_title Kementerian Ekraf dan UNP Kolaborasi Gelar MASAMO 2026 untuk Dorong Kuliner Sumbar Naik Kelas

Pasalnya, bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar, sampah dianggap dapat mengurangi lahan produktif.

Oleh karena itu, perlu out of the box untuk menangani dan pemanfaatan limbah rumah tangga. Dan tentu usaha untuk membudidayakan maggot yang kini dijalani Affandi di luar tugasnya mengayomi masyarakat sebagai anggota polisi menjadi salah satu solusinya yang akan berdampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan.

Sampah organik itu difermentasi terlebih dahulu dengan bantuan bahan lainnya seperti dedak (bekatul), EM 4/yakult sehingga sampah tersebut tidak berbau dan tidak mengundang lalat biasa ataupun lalat hijau.

Untuk perkembangbiakan maggot, Affandi menyediakan media yang bersih pada media yang beraroma fermentasi. 

Sehingga lalat BSF tidak mengundang penyakit. Lalat BSF merupakan hewan yang memiliki antibiotik alami dalam tubuhnya yang membuatnya tidak membawa penyakit.

Maggot dari lalat BSF ini dapat dimanfaatkan untuk mengurai sampah. Binatang kecil ini diklaim mampu mengurangi 80% sampah rumah tangga dan limbah pengolahan pabrik.

Selain itu, maggot BSF yang kaya akan protein yang membuat larva ini bisa dijadikan sebagai pakan ikan dan ungags, tentu juga akan menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.

Mendengar adanya seorang aparat berseragam yang menjadi pegiat maggot, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH), Alvi Sena, langsung menugaskan sekretaris dan stafnya untuk mengunjungi tempat di mana Affandi membudidayakan maggot tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title