Gunung Marapi Tetap di Level II, Kegempaan Vulkanik dan Tektonik Masih Terekam

Gunung Marapi di Sumbar
Sumber :
  • Adriana Adie

Padang – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan laporan terbaru mengenai kondisi aktivitas Gunung Marapi yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat.

img_title Gubernur Mahyeldi Lepas Kafilah MTQ Nasional Sumbar ke Semarang, Minta Jaga Kekompakan dan Akhlak

Berdasarkan pengamatan sepanjang Minggu, 6 September 2026, status gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut masih bertahan di Level II (Waspada).

Pengamat Gunungapi Marapi, Ilhamdi Saputra, melaporkan bahwa kondisi meteorologi di sekitar kawasan puncak selama 24 jam pengamatan tercatat berawan.

img_title Pertamina Patra Niaga Sanksi 31 SPBU Nakal Penyalur BBM Subsidi di Sumbar

Hembusan angin bertiup lemah mengarah ke timur laut, barat daya, dan barat laut, dengan suhu udara berkisar antara 17 hingga 26 derajat Celsius serta kelembaban 41 hingga 91 persen.

Secara visual, tubuh Gunung Marapi dominan diselimuti kabut tipis hingga tebal (kabut 0-II hingga 0-III). Selama periode pengamatan tersebut, asap kawah utama tidak teramati muncul dari puncak Gunung Marapi.

img_title Warga Bogor Rasakan Langsung Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Lewat Hujan Abu Dini Hari

Meskipun secara visual puncak tertutup kabut dan tidak terlihat adanya hembusan asap kawah, instrumen pemantau kegempaan merekam sejumlah rekaman gelombang seismik dari dalam perut gunung. Hal ini menandakan aktivitas endogen di bawah permukaan masih berlangsung.

Petugas mencatat keberadaan gempa Vulkanik Dangkal sebanyak 2 kali dengan amplitudo 4.7 hingga 4.8 milimeter dan durasi berkisar antara 12 sampai 15 detik.

Selain itu, gempa Vulkanik Dalam juga terekam sebanyak 2 kali dengan amplitudo 4.6 milimeter serta durasi 10 hingga 17 detik.

Tak hanya gempa vulkanik, aktivitas kegempaan tektonik juga mewarnai catatan pemantauan. Terekam sebanyak 3 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo cukup bervariasi antara 4.6 hingga 30 milimeter, serta 2 kali kejadian gempa Tektonik Jauh dengan durasi mencapai 70 detik.

Menyikapi perkembangan status Level II (Waspada) ini, PVMBG mengeluarakan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan warga. Masyarakat lokal, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.

Ancaman sekunder juga menjadi perhatian serius petugas, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa mewaspadai potensi bahaya banjir lahar hujan, khususnya saat intensitas curah hujan meningkat di kawasan hulu.

Halaman Selanjutnya
img_title