Ratusan Hektar Lahan Pertanian Terdampak Banjir Lahar Dingin Mulai Dinormalisasi

Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Wahyu Eko di lokasi bencana
Sumber :
  • Ade Suhendra

Padang – Ratusan hektar lahan pertanian terdampak banjir lahar dingin di Sumbar mulai dilakukan normalisasi, Rabu 30 Oktober 2024.

Libur Idul Fitri 1447 H, Wisatawan Mancanegara Padati Istano Basa Pagaruyung

Normalisasi berupa pembersihan material banjir lahar dingin ini dimulai pertama kali di daerah Bukik Batabuah yang selanjut dilanjutkan ke 6 titik yang ada di Kabupaten Agam.

Kemudian normalisasi lahan pertanian terdampak banjir lahar dingin ini juga akan dilakukan di Kabupaten Tanah Datar.

Diguyur Hujan, Ribuan Jemaah Tetap Padati Lapangan Cindua Mato Salat Idulfitri 1447 H

Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo didampingi Dandim 0304/Agam mengatakan untuk proses normalisasi lahan pertanian ini diturunkan lima unit alat berat di beberapa lokasi berbeda di Nagari Bukik Batabuah yang telah dimulai sejak pagi hari.

"Proses normalisasi ini juga melibatkan masyarakat bersama Kementerian Pertanian, serta pihak-pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten Agam," kata Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo.

Erupsi Dahsyat Tengah Malam: Gunung Marapi Lontarkan Abu Setinggi 12.000 Meter

Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan normalisasi selesai selama 55 hari kedepan.

"Dengan target 55 hari pengerjaan, kita optimis bisa mengerjakan dan membersihkan sekitar 110 hektar area persawahan ini dan dengan kerjasama antara TNI, masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya kita mencoba mengembalikan fungsi sawah sehingga bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Selain di Kabupaten Agam, Wahyu mengatakan pihaknya juga akan membantu normalisasi di beberapa titik lainnya di luar Kabupaten Agam yaitu Kabupaten Tanah Datar.

"Bukan hanya di Kabupaten Agam saja, kita juga mengerjakan beberapa titik di Kabupaten Tanah Datar, mungkin sekitar 300 hektar, jadi kita prioritaskan di wilayah-wilayah yang terdampak galodo," kata Danrem 032/Wirabraja.