Satu Lagi Napi Lapas Bukittinggi Meninggal Dunia Akibat Keracunan

Penanganan Medis Napi Lapas Bukittinggi
Sumber :
  • Padang Viva

Padang – Direktur RSUD Dr Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Busril menyebut bahwa jumlah Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi yang meninggal akibat keracunan pada Rabu kemarin, bertambah.

img_title Kasus Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Berastagi, Kepala BGN Sudaryono Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur

Total sampai hari ini sudah ada 2 Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi yang keracunan akibat mengkonsumsi alkohol, bahan pembuat parfum, meninggal dunia.

"Tadi malam ada satu orang warga binaan yang dirawat di ICU meninggal dunia. Diagnosanya keracunan alkohol dan gagal napas,"kata Busril, 1 Kamis Mei 2025.

img_title Dua Remaja di Tanah Datar Tewas, Diduga Hirup Asap Genset Saat Listrik Padam

Dari total 23 Narapidana yang mengalami keracunan, menurut Busril, saat ini masih terdapat tiga Napi diantaranya yang mendapatkan perawatan medis di Intensive Care Unit, delapan di rawat di ruang rawat inap, sisanya rawat jalan.

Diketahui sebelumnya, 23 Narapidana Lapas Kelas II A Bukittinggi keracunan setelah minuman alkohol oplosan.

img_title Heroisme Warga Maur Hilir Berakhir Duka: 7 Kilometer Menggotong Tandu, Nyawa Barun Tak Tertolong

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kementerian Imipas Sumatera Barat, sudah membentuk tim investigasi untuk mengusut peristiwa ini.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kementerian Imipas Sumatera Barat, Marselina Budiningsih menyebut, dari hasil pemeriksaan sementara, seorang Tamping atau warga binaan yang dipercaya, mencuri sisa alkohol yang digunakan untuk program kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memproduksi parfum.

Marselina Budiningsih menjelaskan bahwa Alkohol berkadar 70 persen tersebut dicuri sebanyak 200 mili liter dengan alasan untuk membersihkan tato salah satu Warga Binaan.

Akan tetapi kata Marselina Budiningsih, alkohol tersebut disalahgunakan untuk dicampur dengan minuman kemasan ditambah es, air, dan diminum ramai-ramai sehingga mengakibatkan keracunan.