Cegah Kasus Keracunan, Ade Rezki Minta Pengawasan Ketat Dapur MBG
- Ade Suhendra
Padang – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Wali Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Rabu (15/10). Kegiatan ini mengangkat tema "Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Sehat Indonesia.”
Ade Rezki menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan kualitas manusia Indonesia.
“Presiden saat ini tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tapi juga membangun SDM sebagai fondasi masa depan bangsa. Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis,” ujar Ade Rezki.
Ia mengungkapkan bahwa program ini sebenarnya bukan hal baru, karena telah lebih dulu diterapkan di sejumlah negara maju seperti Jepang dan Inggris, dan terbukti mampu meningkatkan kualitas kesehatan serta pendidikan anak-anak di negara tersebut.
Program MBG, kata Ade Rezki, telah diluncurkan sejak Januari 2025 dan terus berjalan hingga Oktober ini. Di Sumatera Barat sendiri, telah berdiri sejumlah Dapur MBG yang setiap harinya menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi untuk masyarakat sasaran.
“Di Kabupaten Agam terdapat 50 SPPG atau Dapur MBG. Namun saat ini baru 18 dapur yang beroperasi. Kita berharap seluruhnya bisa berjalan optimal agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” jelasnya.
Program MBG tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil dan menyusui, sebagai kelompok yang membutuhkan asupan gizi lebih untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan.
Ade Rezki juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam pelaksanaan program, termasuk kasus keracunan dan gangguan kesehatan ringan seperti mual dan pusing yang sempat terjadi di beberapa daerah. “Jika ada kejadian seperti itu, segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Ke depan, kita harus memperbaiki sistem agar aspek higienitas benar-benar diperhatikan di setiap dapur,” tegasnya.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo akan segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait tata kelola penyelenggaraan Program MBG agar pelaksanaannya lebih terarah dan berstandar nasional.